FIFA dikabarkan memutuskan untuk mengulang pertandingan Timnas Indonesia U-23 melawan Vietnam di babak final Piala AFF U-23. Tak hanya itu, disebutkan bahwa FIFA turut membekukan AFF.
Namun setelah dilakukan pengecekan fakta, kabar yang menyebut bahwa FIFA meminta pertandingan final Indonesia vs Vietnam di Piala AFF diulang merupakan disinformasi atau berita palsu.
Informasi itu sendiri disebarkan oleh kanal YouTube Timnas Harapan TV yang mengunggah video berjudul "RESMI HARI INI FIFA Putuskan Laga Final Piala AFF U-23 Di Ulang dan Langsung Beri Hukuman".
Video dengan durasi 3 menit 35 detik tersebut menampilkan potret sejumlah wasit yang dilingkari hingga pihak FIFA. Saat artikel ini ditulis, video tersebut telah ditonton sebanyak lebih dari 201.000 penayangan.
Lantas, bagaimana penjelasannya?
![Benarkah FIFA putuskan untuk mengulang laga final Indonesia vs Vietnam. [[YouTube/Timnas Harapan TV]]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/08/28/1-benarkah-fifa-putuskan-untuk-mengulang-laga-final-indonesia-vs-vietnam.jpg)
PENJELASAN:
Setelah menonton video tersebut, narator hanya menyinggung perihal tuntutan pendukung Timnas Indonesia U-23 yang merasa kecewa dengan wasit dan meminta agar pertandingan final itu diulang.
Namun hingga akhir video tak ada bukti valid maupun pengumuman resmi dari pihak FIFA terkait pengulangan babak final di Piala AFF U-23.
Dengan kata lain, kabar yang menyebut FIFA memutuskan untuk mengulang pertandingan final antara Timnas Indonesia U-23 melawan Vietnam di Piala AFF merupakan hoaks.
Baca Juga: Diduga Pisah dengan Arya Saloka, Putri Anne Singgung Rasa Rindu: Kalau Kangen...
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini.
Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].