Buntut dari aksi diduga menertawakan upacara bendera di Istana Negara pada 17 Agustus lalu, beberapa pihak melaporkan Mayang, adik mendiang Vanessa Angel.
Kini, Mayang bersama Lolly Unyu hadir dalam sebuah ppodcast untuk meminta maaf kepada masyarakat Indonesia.
Tidak langsung memohon maaf, justru Mayang berkilah bahwa dirinya saat itu sedang bercanda hal lain.
"Itu ketawa kita sebenernya bukan ngetawain pas upacaya ya kak ya, karena sebelumnya kita lagi bercanda-canda gitu dan kebetulan Kak Lolly nge-videoin, nah orang salah nangkep ya kak ya," bebernya dalam video yang diunggah kembali di akun Instagram @lambe_turah, dikutip Senin (4/9/2023).
Mayang kembali berkilah, jika saat itu Lolly Unyu sedang berkomentar bahwa cara hormat yang hadir di acara upacara itu berbeda-beda.
"Kak Lolly juga bilang, hormatnya macem-macem ada yang kayak gini, kayak gini, gitu..," ucapnya.
"Kak Lolly juga bilang, hormatnya macem-macem ada yang kayak gini, kayak gini, gitu..," ucapnya.
Dia pun kembali berdalih jika yang ditertawakan mereka bukanlah upacara bendera yang saat itu tengah berlangsung.
"Bukan menertawakan upacara bendera, bukan... Karena sebelumnya, kita lagi nge-joke aja becanda-canda, terus Kak Lolly videoin," jelasnya lagi.
Setelah penjelasan dari Mayang, dirinya baru meminta maaf jika dirasa apa yang dilakukannya tidak sopan.
Baca Juga: 11 Potret Meriah Ulang Tahun Anak Arie Kriting dan Indah Permatasari di Rumah Baru
"Tapi kalau memang sikap kita kurang baik, aku sama Kak Lolly minta maaf yang sebesar-besarnya, memang kita nggak elok saat itu," ucapnya.
Melihat permohonan maaf Mayang dalam podcast itu, bukan menerima justru para netizen kembali murka.
Bahkan, tidak sedikit yang mendesak jika Mayang segera ditahan dan mengenakan baju oranye.
"Orang jelas-jelas videonya ngomong hormat-hormat sambil ketawa kok? Kok bisa-bisanya bilang sebelum hormat lagi ngetawain hal lain sebelumnya. aneeeehhh," komentar dum******.
"Penampilan terakhir sebelum pake baju shopee," sahut int***********.
"Jelasinnya kayak nggak ada merasa bersalah kok," kata sar*************.