Timnas Indonesia U-23 dikabarkan menerima tantangan dari Vietnam dengan menggelar FIFA Matchday sebagai buntut kekecewaan atas kebijakan wasit di Piala AFF U-23 sebelumnya.
Namun, informasi tersebut adalah disinformasi atau berita palsu. Setelah dilakukan cek fakta, tidak ada bukti bahwa Indonesia dan Vietnam akan menggelar FIFA Matchday.
Kabar bohong itu disebarkan oleh kanal YouTube Timnas Harapan TV yang mengunggah video berjudul "RESMI ? JADWAL Timnas Indonesia vs Vietnam FIFA Matchday (Vietnam sudah rilis jadwal) dengan durasi 3 menit.
Saat artikel ini ditulis, video itu telah ditonton sebanyak lebih dari 2.800 penayangan. Lantas, bagaimana penjelasan dari klaim di atas?
![Benarkah Indonesia dan Vietnam akan mengadakan FIFA Match Day. [[YouTube/Timnas Harapan TV]]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/09/04/1-benarkah-indonesia-dan-vietnam-akan-mengadakan-fifa-match-day.jpg)
PENJELASAN:
Narator dalam video tersebut hanya berpendapat kemungkinan Vietnam menantang Indonesia menjadi FIFA Match Day.
Walau terus membahas tentang kondisi Timnas Indonesia hingga desakan mengenai keluar dari AFF, namun hingga akhir video tak ada bukti valid yang menunjukkan bahwa Indonesia akan menjalani Match Day FIFA.
Artinya, isi video terbukti tidak selaras dengan judul yang tertera. Faktanya, PSSI sendiri belum mengambil sikap pada Piala AFF yang disebut merugikan.
Erick Thohir pun hanya memastikan untuk mengevaluasi jadwal tanding, tetapi belum ada pengumuman resmi terkait keluarnya Indonesia dari AFF, sebagaimana desas-desus yang beredar belakangan ini.
Baca Juga: Kabar Duka, Inul Daratista Alami Kencing Darah dan Dirawat di ICU, Benarkah?
Terlebih, video tersebut hanya berisi cuplikan yang dikaitkan dengan adanya pertandingan Vietnam menantang Indonesia. Maka dapat disimpulkan bahwa informasi di atas merupakan hoaks.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini.
Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].