Coach Shin, begitu ia disapa anak-anak didiknya, punya kebiasaan khas yang tidak dibeda-bedakan antara pemain muda sampai senior: menjewer telinga!
Nama pelatih Timnas Indonesia U-23, Shin Tae-yong tengah trending saat ini. Mulai prestasi, sampai hal lucu yang dibangunnya dengan anak-anak didiknya dibahas.
Akan tetapi paling mengena adalah keberhasilan Coach Shin, begitu ia disapa anggota Timnas kita, mengantar sepak bola Indonesia memasuki sejarah baru. Yaitu pertama kali melangkah ke putaran final Piala Asia U-23 2024. Ini prestasi perdana untuk negeri kita sejak kejuaraan dimulai pada 2013.
Tidak sampai di sini, mari tengok sejenak saat SEA Games 2023 di Kamboja. Anak-anak didiknya berhasil membawa pulang medali emas, setelah 32 tahun Indonesia mengubur mimpi juara sepak bola putra di ajang bangsa-bangsa Asia Tenggara itu.
Lantas Timnas Indonesia U-23 dibawanya sukses meraih gelar runner-up di Piala AFF U-23 2023 dalam pertarungan sengit adu penalti melawan Timnas Vietnam.
Kemudian saat ia mesti mengawal anak-anak didiknya secara simultan, Timnas Indonesia Senior vs Turkmenistan di FIFA Matchday 2023, Surabaya, lantas Timnas Indonesia U-23 berlaga di Kualifikasi Piala Asia U-23 2024, Solo.
![Shin Tae Yong dan Timnas U-23 [(instagram/@bangga.garuda)]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/09/13/1-shin-tae-yong-dan-timnas-u-23-instagram-at-banggagaruda.jpg)
Di tengah keseriusannya transfer ilmu main bola, terselip pula tingkah Coach Shin yang membuat pecah suasana. Yaitu gemar menjewer anak didiknya tanpa pandang bulu. Mau yang muda atau sudah senior, bila "kena giliran" dijewer ya jarinya mendarat di telinga mereka. Apalagi bila mereka tidak fokus atau kurang konsentrasi.
Namun, seperti dikutip dari berbagai sumber termasuk Suara.com, "kesukaan" Shin Tae-yong menjewer telinga anak-anak didiknya bukan harmful alias berbahaya. Ini semata-mata cara mengakrabkan diri dengan mereka. Utamanya meretas kendala bahasa.
"Bayangkan, saya tidak bisa berbahasa Indonesia dan mereka tidak berbicara bahasa saya. Kalau tidak mengandalkan kedekatan, kami tidak merasa sebagai sebuah kesatuan," paparnya.
Toh soal keluwesan bergaul dan memberi komando Timnas Indonesia Coach Shin tidak perlu diragukan lagi, mengingat ia sendiri punya dua anak lelaki, Shin Jae-won, dan Shin Jae-Hyeok yang berprofesi sebagai pemain sepak bola pula. Tentu sedikit banyak sebagai ayah ia berperan aktif dalam menularkan ilmu dan memoles skill mereka.
Beberapa saat lalu, Indonesia Awards 2023 memberikan penghargaan Pelatih Terfavorit kepadanya. Meski terlihat garang di hadapan wasit Hiroki Kasahara yang memimpin jalannya laga final Piala AFF U-23 2023 sampai diganjar kartu kuning, semua tahu: betapa Coach Shin menginginkan kememimpinan adil dan tegas bagi anak-anak didiknya di lapangan.
Sebelum menjadi ayah dari anak-anak didiknya di Timnas Indonesia, Shin Tae-yong menjadi pelatih Korea Selatan untuk kejuaraan Piala Dunia 2018.
Reputasinya keren, menjadi orang pertama yang memenangkan Kejuaraan Klub Asia atau Liga Champions AFC sebagai pemain dan pelatih. Menang di Kejuaraan Klub Asia 1995 dan Liga Champions AFC 2010 bersama Seongnam Ilhwa Chunma.
![Shin Tae-yong selfie saat anak-anak didiknya di Kualifikasi Piala Asia U-23 2024 [(Instagram/shintaeyong7777)]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/09/11/1-shin-tae-yong-selfie-saat-anak-asuhnya-berlatih-untuk-laga-kualifikasi-piala-asia-u-23-2024-instagramshintaeyong7777.jpg)
Menyimak perjalanan panjang Coach Shin Tae-yong mengawal anak-anak didik dengan cara unik, tidak heran bila pencetak gol pertama Timnas Indonesia saat lawan Turkmenistan, Ivar Jenner, membingkiskan kemenangan kepada Coach Shin, selain untuk penonton dan masyarakat Indonesia.
Berikut adalah biodata dan profil Coach Shin Tae-yong
Nama lengkap: Shin Tae-yong
Lahir: Yeongdeok, Korea Selatan, 11 April 1970
Status: berkeluarga, dua anak lelaki menjadi pemain sepak bola
Pendidikan: Yeungnam University
Posisi: gelandang
Julukan: Fox of the Ground
Penghargaan:
* K-League Young Player of the Year Award (1992)
* MVP K-League Award (1995, 2001), 99 gol dan 68 assist dari 401 pertandingan K-League
* K-League 30th Anniversary Best XI (2013)
* Pelatih Terfavorit Indonesia, Indonesia Awards (2023)
Karier
Sebagai Pemain
* Tim profesional: Ilhwa Chunma 12 musim, menang K-League (1993-1995 dan 2001-2003)
* 23 kali penampilan di pertandingan internasional atau Timnas Korea Selatan, main Piala Asia AFC 1996
* Timnas Korea Selatan (1992-1997)
* Abroad: Queensland Roar, A-League (2005–2006)
Pensiun: 2005
Sebagai Pelatih
* Asisten Miron Bleiberg terutama dengan kemampuan tekniknya.
* Pelatih interim Seongnam, memimpin tim ke tempat kedua di K League 2009 dan Piala FA Korea 2009 (2009)
* Liga Champions AFC 2010 dan Piala FA Korea 2011 sebagai pemain sekaligus manajer
* Asisten pelatih tim nasional Korea Selatan (2014), hasilnya Final Piala Asia 2015 untuk pertama kalinya dalam 27 tahun
* Pelatih Timnas Korea Selatan U-23 (2014) maju ke Olimpiade 2016
* Pelatih Timnas Korea Selatan U-20 untuk Piala Dunia U-20 FIFA 2017 di Korea Selatan
* Pelatih Timnas Korea Selatan (2017) membawa tim maju ke Kejuaraan EAFF 2017
* Pelatih Timnas Korea Selatan untuk Piala Dunia FIFA 2018 di Rusia, berhasil mengalahkan Jerman 2-0
* Pelatih Timnas Indonesia yang dikontrak PSSI empat tahun (2019) dan mengantar Timnas Indonesia ke final Kejuaraan AFF U-23 2020, juga lolos ke Piala Asia 2023, pertama setelah 16 tahun.