Budiman Sudjatmiko menjadi salah satu politikus kawakan yang belakangan ini sangat disorot publik. Pasalnya Budiman berujung dipecat PDI Perjuangan setelah berbalik mendukung Prabowo Subianto kendati partainya mengusung Ganjar Pranowo.
Namun yang lebih menjadi sorotan adalah karena Budiman dikenal sebagai seorang aktivis 98, sementara Prabowo disebut-sebut punya peran dalam penculikan para aktivis reformasi.
Karena itulah, perubahan arah dukungan Budiman ini menjadi perbincangan banyak pihak, apalagi setelah warganet menguliti rekam jejak mantan anggota DPR RI tersebut.
Usut punya usut, tahun 2019 lalu Budiman ternyata pernah mengejek Prabowo sebagai seorang produk gagal Indonesia. Bukan hanya itu, Budiman juga sempat meledek para pendukung Prabowo.
"Kenapa yang ndukung Prabowo syaratnya harus bo***?" cuit Budiman di akun Twitter-nya pada tanggal 13 Mei 2019, dikutip pada Senin (18/9/2023).
"Prabowo? Produk gagal manusia Indonesia," tulis Budiman lebih lanjut pada tanggal 22 Mei 2019. Saat itu Budiman menanggapi akun yang menyebutnya sebagai aktivis gagal yang diduga datang dari seorang pendukung Prabowo di Pilpres 2019.
Rekam jejak inilah yang kemudian menjadi bulan-bulanan warganet, apalagi setelah Budiman blak-blakan berbalik mendukung Ketua Umum Partai Gerindra tersebut di Pilpres 2024.
"Budiman, dulu dan sekarang," komentar warganet, merujuk pada Budiman yang sempat memuji Prabowo sebagai salah satu orang terbaik yang layak memimpin Indonesia.
"Masih berani bilang gini gak bang," sindir warganet.
Baca Juga: Demokrat Gabung Koalisi Prabowo? Pakar Wanti-Wanti: Asal Nggak Tawarkan AHY Jadi Cawapres
"Stockholm syndrome," ujar warganet lain.
"Sekarang lu jilat ludah sendiri," timpal yang lainnya.
Di sisi lain, Budiman Sudjatmiko sendiri sudah menegaskan kesiapan dan kerelaannya lepas dari PDIP demi mendukung Prabowo Subianto sebagai Capres 2024.
"Saya pada akhirnya memilih Prabowo, dengan konsekuensi melepas status administratif sebagai kader PDIP," tutur Budiman di Rumah Pemenangan Prabowo Presiden, Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu (6/9/2023).