Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menjadi sorotan publik setelah Prabowo Subianto menanggapi aksinya bagi-bagi uang di program Mata Najwa di Universitas Gadjah Mada.
Untuk pengingat, Zulhas terlihat membagikan uang senilai Rp50 ribu kepada warga dan nelayan. Hal ini kemudian dinilai sebagai bentuk politik uang dan menuai banyak kritikan.
Namun Prabowo malah memberikan penilaian berbeda terhadap aksi salah satu ketum partai koalisinya tersebut. "Pak Zulkifli tidak nyapres, tidak nyagup, tidak nyaleg, tidak nyabut. Dia tidak mau jadi kepala desa pun. Jadi dia orang yang suka sedekah," kata Prabowo, dikutip pada Rabu (20/9/2023).
Bahkan Prabowo juga kemudian menyanjung aksi dermawan Zulhas selama ini. "Saya kenal Pak Zulkifli Hasan. Dia di Lampung membangun sekolah unggulan dengan uang dia sendiri, dia seorang pengusaha, dia suka sedekah," tegas Prabowo menambahkan.
Lantas dengan penilaian sebagai sosok yang suka bersedekah, sebenarnya berapa total harta kekayaan politikus yang menjabat sebagai Menteri Perdagangan tersebut?
Harta Kekayaan Zulkifli Hasan
Dilihat di e-LHKPN periode 2022 yang dilaporkan pada 15 Februari 2023, Zulhas melaporkan harta kekayaannya mencapai Rp27,3 miliar. Yang cukup mengejutkan adalah Zulhas mencatatkan tidak punya utang.
Dilihat di LHKPN-nya, sebanyak Rp12.985.500.000 harta kekayaannya adalah berupa tanah dan bangunan. Sebanyak 8 aset ini tersebar di Kota Jakarta Timur dan dicatatkan sebagai hasil sendiri, sementara ada satu lagi aset hasil sendiri senilai Rp899,1 juta di Kabupaten / Kota Bogor.
Zulhas juga memiliki dua Toyota Alphard yang dicatatkan sebagai hasil sendiri. Total aset ini mencapai Rp1,05 miliar.
Baca Juga: Anies Baswedan Dikritik Kebanyakan Koar-koar soal Keadilan: Hati-hati, Dekat Komunisme!
Zulhas juga mencatatkan adanya harta bergerak lain sebesar Rp1,5 miliar, surat berharga senilai Rp4,99 miliar, serta kas dan setara kas dengan total mencapai Rp7,2 miliar.
Dengan semua aset tersebut, Zulhas total mencatatkan harta kekayaan mencapai Rp27.730.354.340 per 31 Desember 2022.