Khofifah Indar Parawansa menjadi salah satu figur yang ramai digadang-gadang menjadi bacawapres. Apalagi karena sampai sekarang bacapres Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto belum menentukan kandidat yang akan mendampingi mereka.
Banyak faktor yang dinilai menjadi kelebihan sang Gubernur Jawa Timur, salah satunya karena pengalaman memimpinnya. Khofifah mengaku sudah belajar mengenai kepemimpinan dan pengelolaan sejak dini, yang ternyata tidak lepas dari ajaran sang ibu.
"Ibu saya mengajarkan ya pemimpin itu melayani," tutur Khofifah, dikutip dari obrolannya bersama Rhenald Kasali, Kamis (21/9/2023). "(Seperti itu) kepemimpinan di mata Khofifah."
"Saya sudah menerapkan itu di Muslimat NU, komunitas terbesar mungkin sedunia, (anggota) 32 juta. Jadi kalau di NU paling solid, paling besar, aktivitasnya itu paling kontinyu, paling terukur itu Muslimat NU," ungkap Khofifah lebih lanjut.
Namun diakui Khofifah, dirinya sudah mulai mempertimbangkan berbagai amanah politik yang masuk menjelang tahun 2024. Bahkan dia sudah hampir menentukan pilihan ke mana akan berlabuh tahun depan.
"Saya belum selesai keliling ke kiai-kiai, (tetapi) sudah saya mulai. Saya harus mendengar pendapat mereka, saya mencoba untuk mendiskusikan dengan hati dan pikiran saya, bahwa ada pikiran-pikiran yang tumbuh dari para ulama, para kiai, terutama kalau di Jawa Timur pengasuh pondok pesantren," terang Khofifah.
"Saya kira itu penting bagi seorang Khofifah, bagaimana kita melangkah, bagaimana kita melangkah, dapat restu, dari para ulama yang luar biasa di Jawa Timur ini," sambungnya.
Karena itulah, mantan Menteri Sosial tersebut mengaku masih mempertimbangkan berbagai hal sebelum memutuskan langkah politiknya.
"Melangkahnya belum utuh saya, karena tugas kita masih banyak. Saya rasa apa yang terjadi ini sebetulnya selalu ada possibility antara ruang-ruang dan kemungkinan-kemungkinan," kata Khofifah diplomatis.
Baca Juga: Isu Dua Poros Koalisi, Politisi PDIP: Ganjar Capres Prabowo Cawapres, Why Not?
"Hampir sih, hampir. Karena dari silaturahim saya sudah menangkap, 'Oh begini, oh begini'. Ada (gambaran), tapi biar saya simpan sementara," tandasnya.
Sosoknya yang sangat berpengaruh di salah satu ormas terbesar Indonesia, yakni NU, membuat Khofifah dianggap layak untuk dipertimbangkan menjadi seorang bacawapres.
Namun di sisi lain diketahui pula Khofifah merupakan kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang saat ini sudah mendeklarasikan sang ketua umum, Muhaimin Iskandar, sebagai bacawapres Anies Baswedan.