Langkah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjadikan Kaesang Pangarep sebagai ketua umum terus diperbincangkan publik. Bahkan banyak yang menuding hal ini sebagai pertanda bahwa Presiden Joko Widodo sebenarnya lebih mendukung Prabowo Subianto lantaran PSI belakangan kian merapat ke kubu tersebut.
Padahal tahun 2022 lalu PSI adalah partai pertama yang mendeklarasikan dukungan terhadap Ganjar Pranowo sebagai bacapres. Namun dugaan bahwa mereka tidak dianggap oleh PDI Perjuangan membuat PSI kemudian angkat kaki dan berbalik mendukung Prabowo.
Isu inilah yang coba diluruskan oleh Juru Bicara PSI Dedek Prayudi di podcast-nya bersama Akbar Faizal. “(Setelah deklarasi) terjadi kekakuan komunikasi dengan rumah politiknya Mas Ganjar Pranowo, (padahal) yang namanya partai politik nggak kayak relawan yang habis deklarasi lalu selesai. Partai politik ini harus mendukung, yang artinya harus berkoalisi,” terang politikus yang akrab disapa Uki tersebut, dikutip pada Kamis (28/9/2023).
“Kekakuan komunikasi politik antara PSI dan PDIP menjadikan kemudian kami berjarak dengan PDIP, termasuk dengan Mas Ganjar-nya sendiri. Kemudian belakangan ini timnya Pak Prabowo dan Pak Prabowo-nya sendiri sangat proaktif sekali dan menampilkan koalisi yang humble dan membuat kami nyaman,” imbuhnya.
Meski begitu, Uki menegaskan bahwa pihaknya masih berada di posisi yang sama seperti sebelumnya, walau tidak dielaborasikan dengan lebih detail. Selain itu, pihak PSI juga melakukan sejumlah langkah politik untuk menegaskan posisi mereka menjelang Pilpres 2024.
Baca Juga: Kini Jadikan Kaesang Ketum, Jejak Digital Sekjen PSI Laknat Politik Dinasti Ditertawakan
Yang pertama adalah dengan menjaring suara para konstituen. “(Hasilnya) adalah agar tidak terburu-buru dan menunggu hilal cawapres, kan mereka masih utak-atik,” jelas Uki.
“Kemudian ini diperkuat dengan peristiwa kedua, sewaktu para dewan pembina kami ke Istana bertemu Pak Jokowi. Pak Jokowi sendiri bilang, ‘Ojo kesusu, akan makin banyak drama-drama politik dan sinetron, ada yang lucu-lucu’,” lanjutnya.
Karena itulah, Uki menekankan bahwa pihaknya masih netral sembari terus mengamati situasi. Kedatangan mereka ke Koalisi Indonesia Maju beberapa waktu lalu juga, menurut Uki, adalah dalam rangka memenuhi undangan belaka.