Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.267,880
LQ45 625,790
Srikehati 305,028
JII 377,806
USD/IDR 17.830

Fenomena Lipstick Effect, Kaburkan Kondisi Daya Beli Lemah

Achmad Fauzi

Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:51 WIB
Fenomena Lipstick Effect, Kaburkan Kondisi Daya Beli Lemah
Fenomena Lipstick Effect mengaburkan kondisi daya beli yang tengah melemah.[Suara.com/Gemini AI].
baca 10 detik
  • Masyarakat tetap berbelanja produk terjangkau di Jakarta Fair 2026 meskipun kondisi ekonomi menantang.
  • Ajang tersebut mencatat 6,1 juta pengunjung dengan total nilai transaksi menembus Rp8,2 triliun.
  • Ekonom menilai fenomena belanja tersebut merupakan adaptasi terhadap tekanan daya beli, bukan penguatan.

Suara.com - Fenomena lipstick effect mulai terlihat dalam pola belanja masyarakat. Di tengah kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian, masyarakat ternyata tidak sepenuhnya mengerem konsumsi.

Bedanya, barang yang diburu bukan lagi semata produk mahal atau bermerek. Konsumen justru cenderung memilih produk dengan harga yang lebih terjangkau, tetapi tetap mampu memberikan kepuasan.

Gambaran tersebut terlihat dalam gelaran Jakarta Fair 2026. Hajatan tahunan dalam rangka perayaan ulang tahun DKI Jakarta itu tetap mampu menarik masyarakat untuk mengeluarkan uang demi memenuhi kebutuhan sekaligus hasrat berbelanja.

Fenomena ini menjadi menarik karena terjadi ketika kondisi ekonomi lokal maupun global masih menghadapi berbagai tantangan. Harusnya dalam situasi penuh ketidakpastian semestinya mendorong masyarakat menyimpan pendapatan untuk menghadapi kebutuhan di masa mendatang.

Namun, yang terjadi di Jakarta Fair justru menunjukkan masyarakat tetap berbelanja. Hanya saja, pilihan konsumsi mereka semakin selektif.

Aktivitas warga saat mengunjungi Jakarta Fair 2026 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (25/6/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Aktivitas warga saat mengunjungi Jakarta Fair 2026 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (25/6/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Nilai Transaksi Tembus Rp8,2 Triliun

Meski kondisi ekonomi belum sepenuhnya pulih, pengeluaran masyarakat selama Jakarta Fair 2026 terbilang fantastis.

Menurut laporan MNC Sekuritas, Jakarta Fair 2026 mencatat 6,1 juta pengunjung dengan nilai transaksi mencapai Rp8,2 triliun.

Jumlah pengunjung tersebut meningkat 3,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, nilai transaksi tumbuh lebih tinggi, mencapai 12,3 persen.

baca juga

Rata-rata nilai transaksi per pengunjung juga mengalami peningkatan. Pada 2026, angkanya mencapai sekitar Rp1,3 juta, naik dari sekitar Rp1,2 juta pada 2025.

Data tersebut menunjukkan bahwa masyarakat tidak sepenuhnya menghentikan pengeluaran meski berada dalam situasi ekonomi yang menantang.

MNC Sekuritas melihat konsumen hanya mengubah ukuran dan jenis pengeluaran untuk tetap mendapatkan kepuasan dengan biaya yang relatif lebih terjangkau. Di sinilah fenomena lipstick effect terlihat.

Bukan Cuma Belanja, Hiburan Ikut Diburu

Fenomena lipstick effect juga terlihat dari sisi hiburan. Kehadiran konser di Jakarta Fair dinilai memperkuat kecenderungan konsumen untuk mencari pengalaman yang relatif terjangkau.

Masyarakat tetap ingin mendapatkan hiburan dan pengalaman baru tanpa harus mengeluarkan biaya sebesar ketika membeli barang atau pengalaman premium.

Dengan kata lain, ketika sebagian masyarakat mulai menahan pembelian barang bernilai besar, pengeluaran kecil yang memberikan kepuasan emosional masih mendapatkan tempat.

Emiten Konsumer Ikut Kecipratan

Aktivitas warga saat mengunjungi Jakarta Fair 2026 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (25/6/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Aktivitas warga saat mengunjungi Jakarta Fair 2026 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (25/6/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Fenomena lipstick effect tidak hanya menjadi perhatian dari sisi perilaku konsumen. Perubahan pola belanja tersebut juga membuka peluang bagi perusahaan sektor konsumer.

MNC Sekuritas mencatat sejumlah perusahaan yang aktif memanfaatkan Jakarta Fair 2026 untuk mendorong penjualan. Strategi yang digunakan antara lain melalui bundling, produk edisi terbatas, merchandise hingga pengalaman langsung bagi konsumen.

Beberapa emiten yang tercatat memanfaatkan momentum tersebut antara lain:

  • PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)
  • PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)
  • PT Mayora Indah Tbk (MYOR)
  • PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)
  • PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD)
  • PT Akasha Wira International Tbk (ADES)
  • PT Sekar Laut Tbk (SKLT)

Bagi emiten konsumer, perubahan perilaku masyarakat ini bisa menjadi peluang untuk mempertahankan penjualan dengan menawarkan produk yang sesuai dengan kemampuan belanja konsumen.

Strateginya bukan sekadar menjual barang, tetapi membuat konsumen merasa tetap mendapatkan nilai dan pengalaman meski harus lebih berhati-hati dalam mengeluarkan uang.

Jangan Salah Baca Daya Beli

Meski angka transaksi Jakarta Fair terbilang besar, ekonom Ronny P Sasmita mengingatkan bahwa fenomena lipstick effect tidak bisa langsung dimaknai sebagai tanda daya beli masyarakat sedang menguat.

Menurutnya, fenomena tersebut justru dapat muncul ketika masyarakat mulai melakukan penghematan dan mengalihkan konsumsi ke produk yang relatif lebih murah.

"Jadi, ya, fenomena ini berpotensi mengaburkan pembacaan terhadap daya beli apabila pemerintah hanya melihat apakah masyarakat masih berbelanja atau tidak," ucapnya kepada Suara.com.

Ronny menilai konsumsi yang masih berjalan memang menunjukkan ekonomi belum kehilangan seluruh daya dorongnya. Namun, kondisi tersebut bukan berarti daya beli masyarakat secara otomatis berada dalam kondisi sehat.

Pemerintah, kata dia, perlu melihat lebih jauh kualitas konsumsi dan dari mana sumber pembiayaan belanja masyarakat berasal.

"Pemerintah harus melihat kualitas konsumsi dan sumber pembiayaannya. Kalau masyarakat masih berbelanja tetapi semakin selektif, semakin sensitif terhadap harga, semakin banyak melakukan downtrading, dan semakin sedikit membeli barang tahan lama, itu bukan tanda bahwa tidak ada masalah, itu bisa justru menjadi sinyal bahwa masyarakat sedang beradaptasi terhadap tekanan daya beli," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kelas Menengah Berisiko Gerus Tabungan dan Tambah Utang di Semester II 2026

Kelas Menengah Berisiko Gerus Tabungan dan Tambah Utang di Semester II 2026

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:29 WIB

Rojali, Mantap, hingga Lipstick Effect, Tiga Fenomena yang Menggambarkan Wajah Baru Konsumsi RI

Rojali, Mantap, hingga Lipstick Effect, Tiga Fenomena yang Menggambarkan Wajah Baru Konsumsi RI

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:36 WIB

BPS Ungkap Biang Kerok RI Deflasi Juli 2026

BPS Ungkap Biang Kerok RI Deflasi Juli 2026

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 11:51 WIB

Terkini

4 Tablet Xiaomi 8/256 GB Murah Mulai Rp2 Jutaan, Cek Spesifikasinya

4 Tablet Xiaomi 8/256 GB Murah Mulai Rp2 Jutaan, Cek Spesifikasinya

Tekno | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:45 WIB

Pertamina Lubricants Berharap Harga Oli Tak Naik Lagi

Pertamina Lubricants Berharap Harga Oli Tak Naik Lagi

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:44 WIB

Apa itu Tinted Sunscreen? Mengenal Kandungan dan Cara Kerjanya

Apa itu Tinted Sunscreen? Mengenal Kandungan dan Cara Kerjanya

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:40 WIB

Berlatih 2 Kali Sehari, Shin Tae-yong Pakai Metode Timnas Indonesia di Persija

Berlatih 2 Kali Sehari, Shin Tae-yong Pakai Metode Timnas Indonesia di Persija

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:35 WIB

4 Rekomendasi Buku dari Hyunjin Stray Kids, Ada 'Vegetarian' hingga 'Almond'!

4 Rekomendasi Buku dari Hyunjin Stray Kids, Ada 'Vegetarian' hingga 'Almond'!

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:35 WIB

Mikroplastik dalam Kosmetik: Bagaimana Produk Kecantikan Bisa Mencemari Lingkungan?

Mikroplastik dalam Kosmetik: Bagaimana Produk Kecantikan Bisa Mencemari Lingkungan?

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:30 WIB

Isu Gerakan Massa Agustus Ramai di Medsos, Murni Keresahan Ekonomi atau Ada Kepentingan Politik?

Isu Gerakan Massa Agustus Ramai di Medsos, Murni Keresahan Ekonomi atau Ada Kepentingan Politik?

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:27 WIB

Sungai Cihaur Diduga Dicemari Limbah, DLH Bandung Barat Kantongi Nama Pelakunya

Sungai Cihaur Diduga Dicemari Limbah, DLH Bandung Barat Kantongi Nama Pelakunya

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:27 WIB

Mau Debut Marathon Internasional? Program Ini Siap Dampingi Pelari Indonesia dari Nol Sampai Finish!

Mau Debut Marathon Internasional? Program Ini Siap Dampingi Pelari Indonesia dari Nol Sampai Finish!

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:25 WIB

Kasus TPPU Eks Jampidsus, Kejagung Periksa Pengacara dan Pihak Swasta Terkait Aset

Kasus TPPU Eks Jampidsus, Kejagung Periksa Pengacara dan Pihak Swasta Terkait Aset

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:25 WIB

×