Potret Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menyambangi Habib Rizieq Syihab bersama Anies Baswedan menjadi sorotan banyak pihak. Pasalnya beberapa tahun lalu Rizieq sempat dikecam karena menghina pendiri PKB, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.
Kedatangan Anies dan Cak Imin ke Petamburan sendiri ditegaskan tanpa motif politis. Keduanya disebut cuma menghadiri undangan, apalagi karena Anies sendiri sebelumnya erat berafiliasi dengan Rizieq.
Namun pertemuan Anies, Cak Imin, dan Rizieq ini lantas ramai digoreng warganet hingga mengungkit lagi soal dukungan massa 212. Salah satu yang menyoroti adalah loyalis Ganjar Pranowo, Muhammad Guntur Romli, yang menduga Anies tengah berusaha mengulangi pola politik Pilkada DKI Jakarta 2017.
“Anies mencoba peruntungan dengan kembali merapat ke Rizik setelah berhasil di Pilkada DKI dengan memainkan politik identitas dan kembali isu SARA,” cuit Guntur Romli, dikutip dari akun Twitter-nya, Kamis (28/9/2023).
“Tapi Prabowo mengulangi cara Anies untuk Pilpres 2019 gagal total, sekarang untuk Pilpres 2024 Anies, diikuti Imin merapat ke Rizik,” sambungnya.
Baca Juga: Kini Foto Bareng Cak Imin, Simak Cerita Habib Rizieq Hina Gus Dur 'Buta Mata Buta Hati'
Bukan hanya itu, Guntur Romli juga kemudian menambahkan video di mana dirinya dipertemukan dengan satu forum bersama perwakilan kelompok massa 212, kubu Anies, serta kubu Prabowo Subianto di sebuah televisi swasta.
Guntur Romli yang kini menjadi kader PDIP menegaskan bahwa pihaknya tidak membutuhkan dukungan massa 212. “Saya tidak tertarik didukung 212,” tegas Guntur Romli.
“Mohon maaf, tapi kami harus katakan bahwa kami tidak tertarik berhubungan dengan 212, harus tegas,” sambungnya.