Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah dinas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sejak Kamis (28/9/2023). Di tengah panasnya kabar tersebut, beredar pula kabar bahwa menteri dari Partai NasDem itu ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi di Kementerian Pertanian.
Hasil penggeledahan rumah Syahrul pun dibeberkan kepada publik. Salah satu yang mengejutkan adalah temuan 12 pucuk senjata api di kediaman di Jalan Widya Chandra V, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan tersebut.
“Adapun tadi ada yang bertanya, apakah betul ada senpi (senjata api), kami jelaskan bahwa kami sudah berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah DKI Jakarta (Polda Metro Jaya), tentunya terkait dengan temuan yang ada dalam proses penggeledahan yang dimaksud,” tutur Juru Bicara KPK Ali Fikri, seperti dikutip dari Suara.com.
Namun Ali tidak merinci lebih jauh soal jenis-jenis senpi yang ditemukan di rumah dinas Syahrul karena penyidik fokus pada dugaan korupsi yang menjerat. “Karena sekali lagi, apa yang berikutnya kami lakukan analisis adalah yang berkaitan langsung dengan perkara yang sedang kami tangani,” tegas Ali.
Perkara penggeledahan serta kabar burung status tersangka terhadap Syahrul ini juga telah sampai ke telinga Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh. Ketika ditemui awak media di NasDem Tower, Gondangdia, Jakarta Pusat, Paloh memilih untuk menjawab dengan sebuah kata.
Baca Juga: Deretan Kontroversi Mentan Syahrul Yasin Limpo: Isu Korupsi, Ganja, sampai 'Pansos' ke Cucu Jokowi
“Nanti, nanti,” ujar Paloh.
Politikus yang telah mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai bacapres 2024 itu tampak keluar dari NasDem Tower bersama Sekjen Hernawi Taslim. Setelah menyapa dan memberikan jawaban singkat seperti tadi, Paloh kemudian memasuki mobil berkelir hitam dengan pelat B 88 GAH.
Di sisi lain, Syahrul tidak terlihat batang hidungnya selama proses penggeledahan berlangsung lantaran sedang berada di Roma, Italia. Disampaikan Bendahara Umum Partai NasDem, Ahmad Sahroni, mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu ada di Roma dalam rangka menghadiri forum pangan.