Ada pertimbangan tertentu yang membuat nama ini lebih dibutuhkan daripada stok calon pemain naturalisasi lainnya.
Timnas Indonesia termasuk kelompok cabor (cabang olah raga) yang banyak memiliki pemain naturalisasi. Yaitu para atlet dengan galur kekeluargaan memiliki darah asal Tanah Air, atau dalam "bahasa" Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) disebut pemain dengan Granny's Rules alias memiliki nenek moyang berkebangsaan tertentu yang menjadikannya dibolehkan mewakili negara selain kewarganegaraan yang dimiliki saat ini.
Mereka yang berdarah seperti itulah dianggap mampu mewakili atau menjadi representasi lebih dari satu negara. Indonesia termasuk salah satu di antaranya, di mana para pemain dari satu atau lebih generasi memiliki kekerabatan dengan Tanah Air kita. Hasilnya adalah pemain-pemain yang bermain di berbagai liga Eropa, dengan orangtua, kakek-nenek, bahkan buyut berasal dari negeri ini.
![Ryan Flamingo yang memiliki banderol atau harga pasaran Rp 40 M dan menjadi calon pemain naturalisasi? [[screenshot Instagram Ryan Flamingo].]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/09/26/1-ray-flamingo-yang-memiliki-banderol-atau-harga-pasaran-rp-40-m.jpeg)
Dua nama yang saat ini hangat diperbincangkan sebagai calon pemain naturalisasi terbaru adalah Jay Idzes dan Ryan Flamingo.
Beberapa saat lalu, Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir telah memberikan konfirmasi bahwa Jay Idzes, pemain asal Belanda akan masuk program naturalisasi.
Kemudian, teredar kabar dari sebuah media Korea Selatan yang menyatakan Coach Shin Tae-yong "naksir" Ryan Flamingo.
Akan tetapi, berbeda dengan Jay Idzes yang diwartakan dan PSSI lewat pernyataan Ketua Umum Erick Thohir, soal Ryan Flamingo belum ada konfirmasi sama sekali.
Komentator sepak bola kenamaan Indonesia, Ronny Pangemanan lewat kanal YouTube atas nama akun Bung Ropan menyatakan senada, "Soal Ryan Flamingo, pemain Sassuolo yang akan dinaturalisasi ini hanya ramai di media sosial."
Menurutnya, ini disebabkan media Korea, Best Eleven yang saat itu memberitakan soal Shin tae-yong tengah mencari pemain Grade A untuk dinaturalisasi menjadi anggota Timnas Indonesia. Salah satu nama yang muncul adalah Ryan Flamingo.
![Jay Idzes dan Ketua Umum PSSI Erick Thohir, proses naturalisasi akan segera direalisasikan? [(Instagram/@erickthohir)]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/09/07/1-jay-idzes-dan-ketum-pssi-erick-thohir-instagram-at-erickthohir.jpg)
Menurut Ronny Pangemanan, bila persyaratannya adalah perlu pemain Grade A, pemain berusia 20 tahun ini memenuhi kriteria. Sebelum dipinjamkan ke FC Utrecht, Ryan Flamingo pernah dimainkan pula di SBV Vitesse (Arnheim, Belanda).
"Sebagai pemain belakang, dalam empat kali tampil ia sudah bisa mencetak satu gol," ulas Bung Ropan.
Akan tetapi, pemain belakang atau gelandang bertahan di Timnas Indonesia saat ini sudah banyak. Bahkan menumpuk ketersediaannya.
Itu sebabnya, ketika PSSI memunculkan nama Jay Idzes sama sekali tidak terduga. Seperti Operasi Sunyi Senyap, tahu-tahu nama ini mengemuka.
"Sama halnya ketika disebut-sebut nama Mees Hilgers. Terus dibicarakan. Bahkan disebutkan bahwa mamanya ke Indonesia, karena berdarah Sulawesi Utara. Tapi saya sendiri tidak percaya, karena belum ada keterangan dari orang dalam PSSI," papar sosok berkacamata tadi.
"Saya tahu ini pasti tengah ada Operasi Sunyi Senyap yang luar biasa. Dan nama yang muncul adalah Jay Idzes. Nama yang bagus karena Grade A, tinggi badan 190 cm, bisa bermain di belakang, dan bermain menjadi gelandang bertahan. Kita bersyukur bila nantinya ia bisa diupayakan bermain di Qatar karena kita lolos bermain di sana untuk tim senior, dan STY akan bawa tim ini. Kita bertarung di Grup D, ada Jepang, Iran, dan Vietnam," tandasnya.
Namun antara proses naturalisasi, termasuk saat diambil sumpah dan dibawa bermain sebagai anggota Timnas Indonesia juga perlu waktu. Apalagi kini sudah di akhir September.
"Dengan waktu tinggal tiga bulan, paling tidak Jay Idzes sudah harus diambil sumpah pada Desember, untuk proses alih status dari Belanda ke Indonesia," tuturnya.