Sudah hampir setahun Anies Baswedan digadang-gadang menjadikan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai bacawapresnya, tetapi akhirnya rencana ini kandas. Sebagai penggantinya, Ketum PKB Muhaimin Iskandar yang masuk ke Koalisi Perubahan sementara Partai Demokrat memilih angkat kaki.
Sejumlah pengamat politik menilai kehadiran Cak Imin adalah untuk membantu mendongkrak elektoral Anies di Jawa Timur yang merupakan basis kelompok NU. Namun hasil survei SMRC malah berkata sebaliknya.
Saiful Mujani Research and Consulting mengadakan survei nasional tatap muka periode 2-11 September 2023 di Jatim. Yang pertama adalah survei elektabilitas bacapres 2024 tanpa pasangan dengan perolehan hasil seperti berikut.
“Anies 14,2%, Ganjar 44%, Prabowo 23%, tidak menjawab 18,8%,” begitulah hasil survei pertama, dikutip pada Sabtu (30/9/2023).
SMRC lalu mengadakan survei berikutnya, di mana bacapres sudah dipasangkan dengan nama-nama tertentu. Seperti Anies dengan Cak Imin, lalu Ganjar dengan Ridwan Kamil, serta Prabowo dengan Erick Thohir.
Mirisnya, perolehan suara Anies dan Cak Imin malah merosot menjadi 12 persen. Ganjar dan Kang Emil meroket menjadi 46 persen, sementara Prabowo dan Erick bertahan di angka 23 persen. “Tidak menjawab 19%,” ungkap SMRC.
SMRC lalu mengadakan survei via telepon pada periode 20-22 September 2023 untuk mengukur elektabilitas bacapres 2024 dengan pasangan bacawapresnya. Kali ini nama Ganjar masih yang paling unggul meski pasangannya ganti, yakni dari Kang Emil menjadi Mahfud MD.
“Anies-Muhaimin 12%. Ganjar-Mahfud MD 45%. Prabowo-Erick Thohir 28%. Tidak jawab 14%,” tutur SMRC.