Menjadi pemain yang dibolehkan membela nama Indonesia adalah "sebuatu banget" bagi seorang Shayne Pattynama.
Bagi seorang Shayne Pattynama, momentum turun membela nama Tanah Air bersama Timnas Indonesia adalah salah satu kesempatan baginya untuk mengenang sang ayah yang telah meninggal sekira tujuh tahun lalu.
Tidak sebatas menyandang nama keluarga yang membuatnya bangga dari mana ia berasal, akan tetapi keinginan bapaknya agar sang anak membela nama Indonesia menjadi kenyataan.
![Shayne Pattynama yang bermain pro di Viking FK [(Instagram/@Vikingfk)]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/09/28/1-shayne-pattynama-saat-membela-viking-fk-instagram-at-vikingfk.jpg)
"Bila diberi kesempatan untuk membela nama Indonesia atau Belanda dalam kejuaraan sepak bola seperti ini, saya pasti akan memilih Indonesia," ungkap Shayne Pattynama sebagaimana bisa disimak di VT, yang diunggah kembali oleh sanpuel.
Menurut Shayne Pattynama, dalam kesempatan bermain di Timnas Indonesia, antara lain dalam babak preliminary Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, ia tidak bermain sendiri, melainkan bermain untuk ayahanda tercinta.
Ia menandaskan ayahnya adalah asli Indonesia, sehingga membuat beliau merasa bangga, meskipun telah tiada, menjadi kebahagiaannya pula sebagai seorang anak.
"Sehingga memilih Indonesia bagi saya bukan sekadar bicara tentang Timnas Indonesia, akan tetapi untuk Bapakku. Ia meninggal tujuh tahun lalu," ungkap pemain Viking VK yang mengantongi banderol Rp 9,9 miliar atau nyaris menyentuh Rp 10 juta itu.
Pandangannya menerawang jauh, keharuannya bisa dirasakan siapa saja yang menyimak tayangan wawancara ini.
Ucapan Shayne Pattynama ini senada saat ia mengikuti proses pewarganegaraan kemudian resmi menyandang gelar Warga Negara Indonesia (WNI).
"Jauh di atas sana, di surga, saya tahu ayah saya tersenyum menyaksikan apa yang saya lakukan ini. Ia pasti akan sangat bangga," ungkapnya saat itu, seraya menambahkan bakal segera bikin tato bendera Merah Putih.
Dari pernyataan itu, kentara betapa Shayne Pattynama tampak begitu menghayati saat-saat berlatih dan bermain dalam Timnas Indonesia.
Karena bagi lelaki yang memiliki tato Garuda di leher itu, saat-saat ia mengenang kembali, bahkan kembali menemukan sosok ayahnya yang telah tiada tidak lain ketika ia bermain di Timnas Indonesia.