Bagi Shayne Pattynama, bromance dan brotherhood dengan Rafael Struick ada hubungannya dengan benda yang dipajangnya di rumah.
Sederet bukti kedekatan anggota Timnas Indonesia bisa dijumpai di dunia maya. Brotherhood dan bromance bertebaran. Yaitu kedekatan pertemanan sampai persaudaraan antara kaum lelaki dalam rentang usia beragam.
Salah satu yang paling hangat disorot antara Shayne Pattynama dan Rafael Struick di leg kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Utamanya saat Shayne memanggil Rafa agar bergabung dengannya dan Marc Klok saat keluar Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.
Sontak julukan "Papa Shayne" menggema demi melihat betapa care lelaki kelahiran 11 Agustus 1998 itu kepada Rafa yang lahir pada 27 Maret 2003.
Sikap Shayne Pattynama itu natural alias sudah dari sononya begitu, tanpa dibuat-buat sama sekali. Respek kepada yang lebih tua--antara lain kepada Marc Klok, kelahiran 20 April 1993--serta sayang kepada yang lebih muda, contohnya antara lain ya Rafael Struick sendiri.
Bukti ini disimak Metro Suara.com di video TikTok atas nama akun Garuda National Team.
![Shayne Pattynama menunjukkan bagian dari dekorasi ruang tamunya di Stavanger, Norwegia [[screenshot TikTok Garuda National Team, kolase Metro Suara.com/SamarKarma]]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/10/20/1-shayne-pattynama-menunjukkan-bagian-dari-dekorasi-ruang-tamunya-di-stavanger-norwegia.jpg)
Dalam salah satu unggahan akun itu, tampak Shayne Pattynama menunjukkan rumahnya selesai berlatih di klub tempatnya bermain pro, Viking FK, di Kota Stavanger, Norwegia.
Shayne menunjukkan rumah tapak dimensi sedang yang apik, resik dan disebutnya, "Sangat efisien buat kehidupan seorang pemain bola seperti saya."
Kemudian ia menunjukkan dekorasi istimewa dekat peranti entertainment di ruang tamu. Bukan lukisan atau hiasan buatan seniman setempat. Akan tetapi potret dari penggemar.
"Mereka berdua, Nicolai dan William adalah fans saya yang masih berusia belia. Rela datang jauh-jauh dalam cuaca dingin, berpotret, memberikan pelukan hangat, dan mereka membuat ini buat saya," ungkap Shayne penuh kehangatan.
Ada dua potret di situ, yaitu saat Shayne Pattynama memeluk keduanya, serta saat duduk bersama-sama. Keduanya dilaminating menjadi satu, diberi tulisan yang dicetak, serta tulisan tangan nama-nama mereka.
Benarlah, Shayne Pattynama orangnya sungguh penyayang anak. Bukti yang ia tunjukkan ini sangat relate. Layak dipanggil Papa Shayne!