Pemain Timnas Indonesia ini ikut sukseskan Belanda jadi Juara Piala Eropa U-17 2012.
Timnas Belanda yang berlaga di final Piala UEFA U-17 lawan Slovenia pada 2012 berhasil meraih gelar juara. Salah satu pemainnya adalah Sandy Henny Walsh alias Sandy Walsh yang kini masuk dalam jajaran Timnas Indonesia Senior.
Berbincang dalam podcast Sport77 Official di kanal YouTube sebagaimana disaksikan Metro Suara.com, Sandy Walsh berbagi cerita seputar room-mates atau rekan satu kamar selama bertanding di timnas, baik Indonesia maupun Belanda.
"Nathan Ake yang sekarang main di Manchester City adalah room-mate saya saat ikut Timnas Belanda," kenang Sandy Walsh tentang rekannya di timnas dahulu yang kini mengantongi banderol Rp 730,03 miliar itu.
![Sandy Walsh, room-mate Nathan Ake saat bermain di Timnas Belanda U-17 [(instagram.com/sandywalsh)]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/10/17/1-sandy-walsh-seusai-membela-timnas-indonesia-di-ajang-kualifikasi-piala-dunia-2026-kontra-brunei-darussalam-instagramcomsandywalsh.jpg)
"Kemudian di Timnas Indonesia saya bersama Jordi Amat. Cuma karena kemarin (preliminary Piala Dunia 2026 Zona Asia) ia tidak datang, saya sekamar dengan Shayne Pattynama," lanjutnya.
Berbincang sebagai rekan sekamar Jordi Amat yang bermain pro di Johor Darul Ta'zim, Malaysia dan memiliki banderol Rp 15,64 miliar, Sandy memiliki banyak cerita.
"Saya dekat dengan Jordi, karena kami dulu menjalani proses pewarganegaraan bersama," kata Sandy Walsh tentang pemain bek kelahiran Barcelona, Spanyol, 21 Maret 1992.
"Kalau mau tidur, ia suka ngobrol banyak tentang bola Spanyol. Main bareng Ronaldo, Messi, La Liga, saya suka shh shh sudah ngobrolnya, ayo kita istirahat," lanjutnya sembari tertawa.
Namun tidak jarang, saat ngobrol mereka berdua berbincang serius tentang Timnas Indonesia.
"Khususnya pemain yang muda-muda, ya. Kami diskusi siapa main bagus, siapa bisa main di luar dan seterusnya," ujar Sandy Walsh.
"Sebenarnya banyak potensi pemain lokal. Kita bisa maju, namun perlu disiplin. Contohnya kalau sedang main di Timnas Indonesia, saat sarapan saya melihat piring mereka untuk mengamati apa saja yang diambil. Nah, saya menemukan banyak cokelat. Saya beritahu mereka, kalau sesekali tidak mengapa, kalau terus-menerus tidak bagus," katanya lagi.
Menurut Sandy Walsh disiplin itu perlu dan tidak bisa ditawar-tawar. Dimulai dari hal-hal kecil.
"Disiplin tidak buruk, akan tetapi ada yang mesti diubah. Dalam hal ini, Coach Shin Tae-yong sangat membantu merapikannya," ujar Sandy Walsh serius.
"Di Eropa, disiplin sangat tinggi. Terlambat satu menit datang latihan, bakal satu menit lebih lambat turun di lapangan. Jadi kita sebagai pemain bola di sini perlu itu. Disiplin, cukup tidur, dan perbaiki makanan," pungkasnya.