Setelah ada potret Rafael Struick dibuat model pencalonan atau nyaleg, Marc Klok dikira sama.
Sungguh mulia hati seorang Marc Klok, pemain Timnas Indonesia yang beberapa saat lalu pulang ke Tanah Air dari laga leg kedua preliminary Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam. Indonesia mengantongi agregat 12-0 serta berhak maju ke Grup F untuk bertarung lawan Irak, Filipina, dan Vietnam.
Sebelum keberangkatan dalam misi di Basra, lokasi away pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia yang berlangsung di Irak, Marc Klok menggelar groundbreaking alias peletakan batu pertama Sekolah Luar Biasa atau SLB Budi Mulia di Cililin, Bandung Barat.
Acara yang berlangsung pekan lalu (18/10/2023) ini bertujuan membangun block school SLB Budi Mulia dan dilakukan Marc Klok bersama The Marc Klok Foundation dan Happy Hearts Indonesia.
"Banyak anak Indonesia memiliki kualitas, tapi tak memiliki kesempatan. Melalui Marc Klok Foundation, saya ingin berikan jalan untuk kesempatan-kesempatan itu," demikian tulis Marc Klok di The Marc Klok Foundation.
Dalam acara itu Marc Klok mengikuti seremoni groundbreaking, juga melakukan peletakan batu pertama menggunakan blok hijau. Tampak ia digandeng pemuka desa, disalami warga setempat, serta berpotret dengan para murid SLB.
Unggahan ini diberi tanda love oleh 71.917 orang termasuk Rafael Struick, rekannya di Timnas Indonesia.
![Bukan calon legislatif (caleg) partai politik namun calon pendamping hidup bernama Rafael Struick [[screenshot TikTok Putri Tidur].]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/10/24/1-bukan-calon-legislatif-caleg-partai-politik-namun-calon-pendamping-hidup-bernama-rafael-struick.jpg)
Ajaibnya, di kolom komentar terselip kalimat canda yang menyatakan Marc Klok bukan sedang nyaleg alias ikut pencalonan wakil partai politik, 'kan?
Kalimat berchandya ini menyusul kejadian rekan Marc Klok di Timnas Indonesia, Rafael Struick yang belum lama ini potretnya dibuat bahan humor sebagai caleg.
Tentu saja bukan karya Rafa sendiri, akan tetapi hasil kreativitas penggemar yang menyatakan curahan hati betapa pedih perjuangan mendapatkan pemain pro ADO Den Haag itu, apalagi kalimat peringatannya ditulis, "Jangan pilih saya, karena saya sulit digapai".
Tenang, seperti dituliskan Marc Klok dalam bio di laman media sosial Instagram, salah satu tujuan Marc di Tanah Air adalah memberikan inspirasi, motivasi, serta edukasi.
Nah, membangun sekolah termasuk dalam pengadaan prasarana edukasi, bukan?