Kabar duka datang dari mantan petinggi Sunda Empire Rangga Sasana yang dikabarkan meninggal dunia pada hari ini (7/12/2022) pagi hari tepatnya pukul 05.30 WIB.
Pria yang kerap disapa Lord Rangga meninggal dunia di Rumah Sakit Mutiara Bunda Tanjung Brebes.
Kabar duka tersebut langsung disampaikan oleh pihak keluarga kepada awak media.
"Innalillahi wa Inna ilaihi Raji'un telah meninggal dunia Ki Ageng Rangga Sasana pukul 05.30 WIB," kata pihak keluarga dalam pesan yang tersebar di awak media.
Tak hanya itu, pihak keluarga juga meminta doa kepada seluruh masyarakat untuk Lord Rangga.
"Mohon doa, semoga beliau Khusnul khatimah. Amin ya robbal Alamin," tambahnya.
Hingga kini belum diketahui penyebab meninggalnya mantan petinggi Sunda Empire tersebut, namun menurut tetangga yang kenal dengan mendiang bahwa Lord Rangga meninggal karena sakit.
"Iya (meninggal), informasinya komplikasi, ada paru dan juga kencing manis," kata seseorang tetangga Lord Rangga kepada wartawan.
Pria yang berasal dari Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba, Brebes, Jawa Tengah diketahui meninggal karena kelelahan akibat banyaknya aktivitas.
Pihak keluarga menepis dugaan masyarakat terkait penyebab meninggalnya Lord Rangga karena sakit jantung.
Seperti yang diketahui, Lord Rangga dikenal oleh masyarakat karena aksinya yang mengklaim bahwa ia pendiri Sunda Empire atau negara Sunda Empire.
Sunda Empire atau nama lengkapnya adalah Sunda Empire - Earth Empire, merupakan sebuah perkumpulan yang mengklaim diri pada romantisisme sejarah pada masa lalu, di mana mereka mencita-citakan kerajaan Sunda akan kembali menjadi besar sebagaimana pada masa Tarumanegara.
Dengan aksinya tersebut, pria yang berusia 55 tahun itu ditangkap oleh Kepolisian Daerah Jawa Barat di kawasan Tambun, Kabupaten Bekasi karena dianggap menyebarkan berita bohong. Akibatnya ia harus mendekam di jeruji besi selama kurang dari 2 tahun.
Setelah bebas, Rangga Sasana kembali mendirikan wilayah kekuasaan baru yang menobatkan diri sebagai Pemimpin Dunia Tatanan Baru dengan nama Ki Ageng Rangga Sasana.