Baru-baru ini muncul wacana duet Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bakal dengan mudah menang di satu putaran di Pilpres 2024.
Terkait wacana tersebut, Direktur Eksekutif Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) Herry Mendrofa punya tanggapan berbeda.
Herry mengungkapkan, duet antara Prabowo-Ganjar tidak mungkin semudah itu memenangkan Pilpres dengan satu putaran.
![Ganjar Pranowo [Dok Pemprov Jateng]](https://media.suara.com/suara-partners/moots/thumbs/1200x675/2022/12/09/1-ganjar-pranowo.jpg)
Karenanya, harus ada kekuatan oposisi yang setara atau bahkan melebihi duet PDIP-Gerindra.
"Soal menang satu putaran saya rasa akan sulit jika kelompok oposisi juga memiliki figur yang mumpuni," dikutip dari wartaekonomi.co.id (Jaringan Suara.com), Kamis (8/12/2022).
Selain itu, Ganjar Pranowo juga belum tentu mendapat restu dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk maju di pesta demokrasi lima tahunan ini.
"Selain itu dilihat juga apakah dengan dicalonkannya Ganjar sepenuhnya didukung oleh parpolnya, PDIP atau justru membuat ceruknya PDIP terbelah," pungkasnya.
Seperti diketahui, berdasarkan hasil survei terbaru Lembaga Survei Jakarta (LSJ) yang dirilis Rabu (7/12/2022) lalu, menunjukkan duet antara kelompok sipil dan militer diyakini mampu memenangkan kontestasi elektoral 2024 hanya dengan satu putaran saja.
Baca Juga: Fadli Zon: Pentingnya Ciptakan Ruang Siber yang Sehat untuk Mendukung Demokrasi