Insiden kereta teknis Kereta Cepat Indonesia China di jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat yang menewaskan dua warga China pada Minggu (18/12/2022) menjadi sorotan publik.
Mereka mempertanyakan apakah kereta cepat aman digunakan jika sudah beroperasi nanti.
Namun, jauh sebelum insiden yang mewaskan dua WNA China di lintasan Kereta Cepat Jakarta-Bandung terjadi, proyek tersebut sudah memakan banyak korban. Berikut deretan korban proyek Kereta Cepat Indonesia China rangkuman Suara.com.
1. Rumah Warga Rusak Parah dan Tanah Terbelah akibat Ledakan Pembuatan Terowongan Kereta Cepat
![Rumah warga retak parah akibat pengerjaan kereta cepat [Suara.com]](https://media.suara.com/suara-partners/moots/thumbs/1200x675/2022/12/19/1-screenshot-3.png)
Dinding rumah warga di Kompleks Tipar Silih Asih, RW 13, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengalami keretakan. Kerusakan ini diakibatkan penggunaan metode peledakan atau blasting pada pembuatan terowongan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di Gunung Bohong.
Dampak penggunaan metode blasting dirasakan warga pada 2019 lalu. Kuatnya getaran dari ledakan bahan peledak yang digunakan untuk menembus Gunung Bohong membuat dinding rumah mereka mengalami keretakan.
Seperti diketahui, Gunung Bohong dijadikan objek trase KCJB oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) yang menjadi tunnel 11. Gunung tersebut coba ditembus menggunakan metode peledakan atau blasting, yang dilakukan subkontraktor yakni PT CREC.
Lokasi proyek ini cukup dekat dengan pemukiman warga di Kompleks Tipar Silih Asih.
Berdasarkan pantauan Suara.com pada Minggu (31/1/2021), dari sekitar pemukiman dan sejumlah rumah warga, retakan pada dinding dan lantai itu masih ada sampai sekarang. Bahkan, ada rumah yang berdampingan retakannya tembus dari kedua rumah tersebut.
Kemudian dari arah gapura pintu masuk menuju wilayah RW 13, terdapat beberapa spanduk yang dipasang warga yang isinya menolak aktivitas blasting dan truk proyek ada di kawasan mereka.
Baca Juga: 10 Potret Artis Nobar Final Piala Dunia 2022, Ada yang Langsung Nonton di Qatar
Ada sekitar 166 Kepala Keluarga (KK) yang dihuni sekitar 450 jiwa. Mereka menghuni sekitar 120 rumah.
Ketua RW 13 Desa Laksanamekar, Rudianto mengatakan, hingga saat ini memang belum ada ledakan lagi dari aktivitas pembuatan terowongan di Gunung Bohong. Sebab, sejak peristiwa setahun lebih itu warga ngotot menolak metode yang digunakan PT KCIC dan CREC.
“Dulu kan ada 8 kali ledakan yang buat rumah warga rusak-rusak. Setelah itu sampai sekarang kami menolak. Risikonya sangat besar buat kami. Sekarang 90 persen rumah warga rata-rata ada retakan,” ujarnya kepada Suara.com, Minggu (31/1/2021).
2. Proyek Kereta Cepat Bikin Rumah Warga Kebanjiran
![TKP Insiden di Lintasan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. [Suara.com]](https://media.suara.com/suara-partners/moots/thumbs/1200x675/2022/12/19/1-screenshot-1.png)
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) sempat berjanji akan merelokasi warga RT 04 Komplek Bumi Asri, Gempolsari, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung yang tinggal berdekatan dengan lokasi proyek jembatan kereta cepat.
Hal ini diungkapkan Ketua RT 04, Rohudji Tuasikal. Menurutnya, PT KCIC juga menjanjikan wilayah di dekat lokasi proyek kereta cepat akan dibuatkan drainase.
Namun kata Rohudji, janji tersebut hanya untaian kata-kata tanpa bukti yang nyata.