Bukan dari Zaman Tarumanagara atau Pajajaran, Patung Kepala Raksasa yang Ditemukan di Hutan di Bandung Ternyata...

Suara Moots

Selasa, 20 Desember 2022 | 20:00 WIB
Bukan dari Zaman Tarumanagara atau Pajajaran, Patung Kepala Raksasa yang Ditemukan di Hutan di Bandung Ternyata...
Penemuan patung kepala manusia raksasa di Hutan Maribaya, Lembang, Kabupaten Bandung Barat. (Ayobandung.com)

Sebuah patung kepala raksasa ditemukan di kawasan Hutan Maribaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Patung itu sempat diduga sebagai peninggalan sejarah karena bentuknya yang mirip  arca Dwarapala yang kerap ditemukan di gerbang candi atau keraton di Jawa. 

Namun kekinian, Mantan Kepala Balai Pengelolaan Tahura Ir H. Djuanda, Lianda Lubis memberikan keterangan berbeda.

Menurutnya, patung kepala raksasa serta ukiran manusia naik kuda itu merupakan karya dua orang seniman bernama Uno dan Sugandi, sekitar tahun 1972.

Ia menerangkan patung dan ukiran itu merupakan jenis karya seni outdoor yang dibuat dari campuran batu, semen, dan pasir. 

Pada waktu itu, masyarakat melihat karya Uno dan Sugandi merupakan patung dan ukiran biasa. Namun seiring berjalannya waktu sehingga terjadi pelapukan dan ditumbuhi lumut, karyanya terlihat lebih artistik.

"Ini seperti karya seni outdoor yang pada waktu itu mungkin belum populer. Waktu dibuat orang lihat hanya patung biasa, tapi sekarang tatkala berlumut jadi lebih artistik. Kalau ada yang tanya ini peninggalan Belanda atau zaman kerajaan? jawabannya bukan. Ini peninggalan dua orang seniman," terang Linda saat dihubungi, Selasa (20/12/2022) dikutip dari Ayobandung.com--jejaring Suara.com.

Sebelumnya, warga Maribaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat dikejutkan dengan penemuan patung kepala manusia berukuran besar berdiameter sekitar tiga meter di tengah hutan  Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. H. Djuanda.

Patung kepala raksasa itu ditemukan oleh seorang warga bernama Koswara (42). Kondisinya telah ditumbuhi lumut namun masih lengkap dengan mulut, hidung, dan telinga. 

Kondisinya yang tertutupi lumut dan semak belukar membuat patung ini tak terlihat dari jauh. Padahal posisinya berda di dekat  objek wisata air terjun Curug Omas. 

baca juga

Jika diamati dengan seksama, patung kepala ini mirip arca Dwarapala yang kerap ditemukan di gerbang candi atau keraton di Jawa. Bedanya, patung di Maribaya ini tak memiliki struktur badan lengkap karena hanya kepala saja.

Adapun lokasi penemuan ukiran mirip relief letaknya berada di sebuah lereng curam, sekitar 500 meter dari lokasi penemuan patung. Ukiran itu berisi sosok manusia berkuncir mengenakan selendang dan menaiki binatang serupa kuda.

Beda dengan patung, relief itu seperti buatan zaman modern. Terlihat sisa warna cat merah dan kuning pada bagian ukiran itu.

Koswara bercerita patung dan ukiran itu ditemukan saat dirinya memasang perangkap lebah. Menurutnya sejak kakek buyutnya, lokasi penemuan patung dan relief itu mempunyai sebutan nama berda yakni area bubutaan serta cadas kuda lumping.

Koswara tak mengira bahwa sebutan nama itu ternyata merujuk pada patung kepala berbentuk manusia yakni bubutaan dan ukiran manusia naik kuda yang kemudia disebut cadas kuda lumping.

"Almarhum bapak sering kesana tapi belum pernah mengajak saya karena masih kecil, setelah saya dewasa, saya menelusuri dan memang asal usul penamaan Bubutaan karena di sana terdapat batu atau patung mirip buta. Begitupun dengan cadas kuda lumping ternyata ada tandanya," kata Koswara, Selasa (20/12/2022).

Koswara menuturkan dirinya tak mengetahui kapan dan siapa yang membuat patung dan ukiran tersebut. Baik kakek ataupun orangtuanya tak pernah berbicara siapa pembuat dua benda itu. Ditambah, patung dan ukiran ini berada di tengah hutan belantara. 

"Saya juga belum tahu siapa yang buat serta kapan. Anehnya lokasinya kok di dalam hutan, buat apa tujuannya," paparnya.

Dari cerita ayah Koswara, patung dan ukiran itu awalnya sering jadi lokasi bertapa atau semedi. Di lokasi kerap ditemui dupa, rokok, atau sesaji berupa kelapa muda. Namun, seiring waktu aktivitas itu tak pernah ditemukan lagi.

"Kata bapak dulu di Bubutaan sering ditemukan dupa. Tapi sekarang udah gak ada," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hengky Kurniawan Bawa Wajit Cililin ke Korea Selatan, Otak Netizen Langsung Traveling

Hengky Kurniawan Bawa Wajit Cililin ke Korea Selatan, Otak Netizen Langsung Traveling

Moots | Selasa, 20 Desember 2022 | 17:39 WIB

Warga Lembang Temukan Kepala Raksasa di Tengah Hutan Maribaya, Ukurannya 100 Kali Lebih Besar dari Kepala Manusia

Warga Lembang Temukan Kepala Raksasa di Tengah Hutan Maribaya, Ukurannya 100 Kali Lebih Besar dari Kepala Manusia

Moots | Selasa, 20 Desember 2022 | 16:26 WIB

Kecelakaan Maut Bikin Warga Enggan Naik Kereta Capat Jakarta-Bandung: Gue Mah Ogah Dibayar Berapa pun

Kecelakaan Maut Bikin Warga Enggan Naik Kereta Capat Jakarta-Bandung: Gue Mah Ogah Dibayar Berapa pun

Moots | Senin, 19 Desember 2022 | 14:14 WIB

Terkini

Di Tengah Ramai Desakan Tes Urine, Prima Salam Kembali Muncul di Acara Gerindra

Di Tengah Ramai Desakan Tes Urine, Prima Salam Kembali Muncul di Acara Gerindra

Sumsel | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:54 WIB

Rp160 Miliar Diduga Tak Pernah Masuk Kas Daerah, Aktor Utama Korupsi Sungai Lalan Dibidik

Rp160 Miliar Diduga Tak Pernah Masuk Kas Daerah, Aktor Utama Korupsi Sungai Lalan Dibidik

Sumsel | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:42 WIB

Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia

Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:30 WIB

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:08 WIB

Meski Angkat Koper, Arda Guler Selamatkan Wajah Timnas Turki di Piala Dunia 2026

Meski Angkat Koper, Arda Guler Selamatkan Wajah Timnas Turki di Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:05 WIB

Cerita Fajar Nugra Ubah Penampilan demi Film Pemikat Jiwa

Cerita Fajar Nugra Ubah Penampilan demi Film Pemikat Jiwa

Video | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:58 WIB

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:53 WIB

Prediksi Skor Yordania vs Argentina: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik

Prediksi Skor Yordania vs Argentina: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik

Bola | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:45 WIB

Industri Film Indonesia Masuki Era Baru dengan Dukungan Blockchain dan AI

Industri Film Indonesia Masuki Era Baru dengan Dukungan Blockchain dan AI

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:43 WIB

×