Rumah tangga Anggota DPR RI Dedi Mulyadi dan Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika saat ini tengah berada di ujung tanduk yakni perceraian.
Untuk diketahui, Dedi Mulyadi dan Ambu Anne saat ini belum resmi bercerai, namun keduanya selalu melemparkan singgungan satu sama lain.
Seperti yang dilihat Moots.suara.com, pada unggahan Dedi Mulyadi di akun instagramnya, mantan Bupati Purwakarta itu mengaku bahwa Malam Minggu senang ditemani oleh yang manis-manis.
"Sayur asem itu enak. Hidup asem itu pahit. Tapi malam minggunya harus ditemani yang manis-manis selagi harga gula terjangkau," tulisnya.
Dalam foto tersebut, Dedi Mulyadi tengah mengenakan kaca mata hitam dan baju panjang putih, serta tengah menikmati sayur asem.
Sontak saja, dalam unggahan tersebut mendapatkan komentar beberapa netizen.
"Sungguh meresahkan bapak 1 ini ygy," tulis netizen.
"Lebih enak lagi klw malming nya di temenin SM skoteng udah anget manis, ada susu + kacang nya pula, oh iya ada roti yg bikin anget" empuuk," tulis netizen.
"Lebih enak lagi klw malming nya di temenin SM skoteng udah anget manis, ada susu + kacang nya pula ,oh iya ada roti yg bikin anget" empuuk," tulis netizen.
Untuk diketahui, sidang cerai Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika dengan Anggota DPR RI Dedi Mulyadi memasuki babak baru, ada beberapa hal yang dibantah tokoh Golkar tersebut.
Seperti diketahui hingga saat ini, Dedi Mulyadi dan Anne Ratna Mustika belum resmi bercerai dikarenakan masih harus melewati beberapa rangkaian atau tahapan persidangan.
Dikutip dari Antara News ada hal yang dibantah Dedi Mulyadi mengenai sejumlah tuduhan istrinya Anne Ratna Mustika pada sidang lanjutan gugatan cerai di Pengadilan Purwakarta, Jawa Barat.
"Saya hadir pada sidang lanjutan ini untuk membuktikan bahwa apa yang dituduhkan oleh istri saya dalam materi gugatan tidak benar. Jadi perlu disampaikan agar menjadi pertimbangan majelis hakim," kata Dedi Mulyadi, di Purwakarta.
"Misal tuduhan KDRT psikis, ya kita ingin menyampaikan itu tidak benar karena ciri-cirinya tidak ada, faktanya juga nanti kita lihat di pengadilan," lanjutnya
Sedangkan terkait persoalan nafkah, Dedi menyampaikan dirinya membiayai seluruh kebutuhan rumah tangga secara pribadi. Sementara rumah dinas tidak dibiayai, karena sudah menjadi tanggungan negara.