Ketua DRI RI Puan Maharani dinilai belum memiliki elektabilitas yang cukup untuk maju dalam Pilpres 2024. Meski demikian, bukan tidak mungkin PDIP bakal mendeklarasikan putri dari Megawati Soekarnoputri itu menjadi calon presiden usungan mereka.
Meski elektabilitasnya masih rendah, pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul M. Jamiluddin Ritonga mengatakan bukan berarti Bu Mega tak berani menjadikan Puan Maharani sebagai capres PDIP.
Bu Mega kata dia, punya pengalaman dalam mendorong calon peserta kontestasi Pipres dan Pilkada dengan elektabilitas awal yang rendah.
Ia mencontohkan saat saat PDIP mengusung pasangan Gannjar Pranowo dan Heru Sudjatmoko pada Pilkada Jawa Tengah 2013 lalu.
Elektabilitas Bibit Waluyo juga tak bagus, yakni hanya sekitar 3 persen saat dicalonkan oleh PDIP menjadi Calon Gubernur Jawa Tengah pada Pilkada 2008 lalu.
“Contohnya Ganjar saat menjadi calon gubernur elektabilitasnya rendah. Begitu juga Jokowi saat jadi capres,” kata dia, Rabu (11/1/2023) kemarin.
Sebelumnya, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri masih enggan untuk mengumumkan nama calon presiden (capres) yang akan diusung oleh partai nya pada Pemilu 2024 saat perayaan HUT Ke-50 PDIP.
Namun, Megawati menyadari beberapa pihak menunggu PDIP mau mengumumkan capres saat HUT Ke-50 yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (10/1/2023) dikutip dari Antara.
"Ngopo (mengapa), toh, yo, orang ini sebetulnya seremonial 50 tahun, karena ini yang ditunggu-tunggu kalau orang main taruhan sudah masang. Sing arep (yang mau) yang diumumkan Ibu sopo (siapa)," kata Megawati dalam pidatonya.
Ucapan Megawati lantas menuai tepuk tangan dari peserta HUT ke-50 yang didominasi ribuan kader PDIP.
Namun, Megawati sedikit bercanda terhadap reaksi tersebut dengan mengaku tidak akan tergiur mengumumkan Capres 2024 dari PDIP saat HUT ke-50.
"Ya, nanti dahulu, memangnya aku, situ tepuk tangan, mau tergiur umumkan. Enggak," kata dia.
Presiden Kelima RI itu mengaku sebagai pemilik mandat dari PDIP untuk menunjuk Capres 2024 dari partainya, akan menunggu waktu tepat memilih calon pemimpin Indonesia itu.
"Iya, dong, kan, mesti keren, kan, saya ketum terpilih di kongres partai sebagai institusi tertinggi partai, maka oleh kongres partai diberikan, lah, ketum terpilih hak prerogratif siapa yang akan dicalonkan," katanya.
"Sekarang nungguin, enggak ada, ini (nama capres) urusan gue," kata Megawati.