Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mewacanakan menduetkan kembali politisi Gerindra, Sandiaga Uno, dengan bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan--koalisi besutan PKS, Demokrat, dan NasDem--Anies Baswedan untuk Pilpres 2024 mendatang.
Menanggapi wacana ini, Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan belum ada komunikasi, baik dari pihak PKS maupun Sandiaga, kepada partainya. Begitu pun komunikasi antara PKS dan Sandiaga.
"Rasanya komunikasi resmi antara PKS dan Pak Sandi itu juga belum dilakukan," ucapnya di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (2/3/2023).
Dasco juga menegaskan bahwa Sandiaga Uno masih kader Partai Gerindra. Sebagai kader, menurutnya, Sandiaga pasti akan mengkomunikasi kepada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Terutama bila akan melangsungkan pembicaraan dengna partai poltik lain menyangkut Pilpres.
"Yang pertama kami pastikan saat ini Pak Sandi masih kader Gerindra dan Wakil Ketua Dewan Pembina di Partai Gerindra," tuturnya.
"Jika dilakukan saya yakin Pak Sandi juga akan berkonsultasi kepada Ketua Umum atau Ketua Dewan Pembina Pak Prabowo Subianto. Sampai dengan saat ini belum terjadi sehingga saya tidak bisa berkomentar lebih jauh," sambungnya.
Sebelumnya, Rabu (22/2), Juru Bicara PKS Muhammad Iqbal menyatakan Sandiaga Uno berpeluang diusung sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Anies Baswedan
"Saat ini, PKS belum menentukan cawapres, artinya Sandi masih berpeluang untuk bisa diusung PKS. Siapa saja berpeluang, termasuk Sandi, apalagi punya survei yang tinggi dan pernah menang bersama Anies," katanya di Jakarta.
Hal itu disampaikan Iqbal menanggapi hasil survei Voxpol Center Research and Consulting, dimana pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno berpotensi diduetkan untuk Pemilu 2024.
"Saya kira Mas Sandi ini adalah orang yang sangat dekat dengan PKS, karena pernah diusung dan ini adalah pasangan yang pernah menang, artinya kami menyambut baik survei Mas Sandi yang tinggi," katanya menegaskan.