Aksi pelecehan seksual dialami seorang karyawati yang bekerja di salah satu perusahaan di kota Bandung, Jawa Barat. Cerita korban alami pelecehan seksual disampaikan oleh akun Instagram @mauludynna.
Perisitwa pelecehan seksual yang dialami korban terjadi pada Selasa 14 Maret 2023 dan terjadi di lingkungan kantor, tempat pelaku dan korban bekerja.
Menurut kronologis yang disampaikan korban, aksi keji pelaku kepada korban juga terjadi saat masih jam kantor sekitar pukul 17:30 WIB.
"Saya mengalami pelecehan seksual pada Selasa, 14 Maret 2023 sekitar pukul 17.30 WIB, sebelum jam operasional kerja selesai pada 18.00 WIB. Lokasinya berlangsung di ruang kerja yang diisi oleh para staff Department Creative & Media," jelas korban seperti dilihat dari postingan kronologi yang dishare akun Twitter @aneeewww.
Korban mengatakan bahwa saat peristiwa terjadi, ia tidak hanya berdua dengan pelaku namun ada juga saksi lainnya yang berjumlah tiga orang.
Menurut korban, ia sangat yakin CCTV kantor merekam bagaimana pelaku melakukan pelecehan kepadanya. Dijelaskan korban bahwa, pelaku tiba-tiba mendekati meja korban.
"dan secara tiba-tiba dari arah pinggir kiri menuju kursi yang saya duduki, dengan gerakan cepat langsung menggigit leher kiri saya," jelas korban.
Mendapat pelecehan seksual seperti itu, korban reflek langsung marah dan berteriak ke arah pelaku. Korban lalu menendang pelaku sebagai respon perlawanan atas tindakan pelaku.
"Namun pelaku berhasil menahan kaki saya dengan memegang betis kanan saya dan mendorong saya sehingga menjauhi dari jangkauan CCTV," jelas korban.
Korban sampai terpojok ke arah kamar mandi dengan pintu terbuka. Menurut korban, pelaku dengan sengaja menggiringnya untuk masuk ke dalam toilet.
Korban berteriak meminta pertolongan. Korban berharap ada bantuan, apalagi lokasi toilet berada dekat dengan ruangan HRD.
"Saya berteriak meminta pertolongan, namun tidak dihiraukan oleh siapa sama sekali, termasuk 3 (tiga) orang yang saya sebutkan di atas," jelas korban.
Korban akhirnya bisa melawan pelaku dan berhasil keluar dari kantor. Keesokan harinya, korban masih berusaha tegar meski kondisi jiwa yang berantakan karena aksi keji pelaku.
"Keesokan harinya, Rabu 15 Maret 2023, saya masih tetap duduk di meja yang bersebelahan dengan pelaku selama 2 (dua) minggu dan pelaku tidak merasa bersalah sama sekali," jelas korban.
Korban Ingin Resign Dipersulit
Singkat cerita, korban selama dua minggu berusaha untuk menerima dan mencerna kejadian peristiwa pelecehan seksual tersebut.
Baru pada 30 Maret 2023 korban memutuskan untuk mundur dari perusahaan tersebut. Ia mengirimkan surat pengunduran diri via email.
Selang sehari setelah setelah surat pengunduran diri masuk, korban kemudian melakukan pertemuan dengan oknum HRD perusahaan tersebut. Korban saat itu didampingi oleh rekannya.
Sayangnya menurut korban, dalam pertemuan tersebut, oknum HRD malah mempersulit surat pengunduran diri dari korban.
"oknum HRD tersebut malah mempersulit proses pengunduran diri saya dengan segala alasan administrasi," ungkap korban.
Korban juga mengatakan bahwa setelah pertemuan itu, oknum HRD menyerangnya secara personal via chat WhatsApp.
Korban dituding oleh oknum HRD itu tidak bersikap jujur. Selain itu, korban juga dituduh bersalah karena menceritakan peristiwa pelecehan seksual yang dialaminya ke pihak ketiga di luar lingkungan kantor.
Menurut pengakuan korban, saat ia menuliskan kronologis peristiwa yang dialaminya, perusahaan tempatnya bekerja masih mengirimkan surat via email untuk korban tetap bekerja.
"Pada saat menuliskan kronologis ini, Selasa 4 April 2023 pukul 00.04 WIB, mantan perusahaan tempat saya bekerja masih mengirimkan email kepada saya untuk tetap masuk kerja seperti biasanya. Dan email tersebut dikirimkan pada Senin, 3 April 2023 pukul 17.38
WIB," ungkap korban.
"Sekarang saya sedang dalam masa pemulihan kondisi kesehatan jiwa atas kejadian pelecehan seksual di mantan perusahaan tempat saya bekerja," jelas korban.
Korban dalam kronologis yang disampaikan menuliskan bahwa perusahaan tempatnya bekerja berlokasi di Bandung, Jawa Barat dan bergerak di bidang usaha ekspedisi.