Inara Rusli hingga kini masih terus menjadi sorotan publik pasca dirinya memutuskan bererai dengan Virgoun. Keputusan cerai itu diambil usai dirinya membongkar dugaan perselingkuhan sang suami, Virgoun.
Inara Rusli pun memutuskan untuk melepas cadar saat proses perceraiannya dengan Virgoun dengan dalih ingin kembali bekerja untuk menafkahi ketiga anaknya.
Kini, segala gerak gerik Inara Rusli di media sosial terus menjadi sorotan, pro dan kontra ata apa yang dilakukannya pun terus terjadi.
Cukup banyak yang kagum dengan kecantikan Inara Rusli hingga banyak yang mencoba mendekati dan melamar ibu tiga anak itu.
Inara Rusli pun menjadi omongan saat membahas soal lamaran melalui foto dan tangkapan layar chatnya yang diunggah di Instagram.
Namun, kali ini bukan soal apa yang yang dibhas, Inara Rusli disorot lantaran tampak memakai baju menerawang berwarna hitam dengan dalaman serupa warna kulit.
Inara Rusli pun membahas lamaran dan mengaku saat ini hanya mau menerima lamaran pekerjaan, bukan untuk menikah.
"Tanpa mengurangi rasa hormat, untuk saat ini hanya (saya) menerima lamaran bisnis (business inquiries) melalui ibu sebelah kita ini. Silakan dikontak dari sekarang," tulis Inara Rusli di Instagram, Senin (12/6/2023).
Unggahan Inara Rusli itu punlangsung menuai respon beragam dari warganet, banyak netter dibuat salah fokus dengan baju yang dipakai Inara.
Baca Juga: Kemarin Jelek-jelekan Menantu, Kini Eva Manurung Merengek ke Inara Rusli Agar Rujuk dengan Virgoun
Pasalnya pada bagian lengan baju tersebut tampak transparan. Namun diduga Inara juga mengenakan mindset berwarna kulit demi menutupi auratnya.
"Menyerupai kulit yaa... model skrng macem2 wkwkw...kita yg liat kek brsa liat tubuhnya aja gitu hihi jd kesannya kyk tdk tertutup," kata @yuliyaniku.
"Salfok samabajunya. Itu tembus pandang?" tanya akun @meliapancarani.
"Iyaa sih ka harusnya ngga seperti itu pakaiannya. Tapi mugkin tuntutan pekerjaan. Mari berhusnudzan. " timpal @haura.dailystore.
Sementara itu diketahui bahwa caption yang ditulis oleh Inara tersebut sebagai penolakan atas ajakan makan malam seorang bos terhadapnya.