Purbaya Jawab Rating Negatif Moody's, Siap Koreksi Anggaran MBG Jika Ada Pemborosan

Dicky Prastya | Suara.com

Jum'at, 06 Februari 2026 | 12:16 WIB
Purbaya Jawab Rating Negatif Moody's, Siap Koreksi Anggaran MBG Jika Ada Pemborosan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di sidang debottlenecking yang digelar di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (6/2/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
  • Moody's menurunkan outlook peringkat Indonesia menjadi negatif karena kekhawatiran pelemahan tata kelola dan efektivitas kebijakan pemerintah.
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan program MBG dan anggaran K/L akan dikontrol ketat agar efisien.
  • Penurunan outlook ini merupakan pukulan terbaru bagi pemerintahan Prabowo setelah indeks pasar modal sempat dibekukan oleh MSCI.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi soal laporan Moody's yang menurunkan peringkat Indonesia dari stabil menjadi negatif. Ia memastikan kalau ekonomi bakal bisa berjalan lebih cepat dari sebelumnya.

Menkeu Purbaya juga memastikan program andalan Presiden RI Prabowo Subianto seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) bisa berjalan tepat sasaran, efektif, dan efisien.

"Itu yang akan saya lihat nanti jangan sampai ada pemborosan yang tidak terkontrol di sana," kata Purbaya usai ditemui di sidang debottlenecking yang digelar di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Purbaya mengakui kalau menurunnya peringkat Indonesia dikarenakan Moody's khawatir Pemerintah bakal boros. Namun hal itu bisa diatasi karena Purbaya sudah direstui DPR RI untuk mengontrol anggaran Kementerian dan Lembaga (K/L).

Purbaya juga bakal memantau apakah MBG perlu dikoreksi, begitu pula dengan belanja Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Hal itu dilakukan agar anggaran tidak bocor.

"Saya akan lihat satu-satu, nanti saya lihat yang MBG seperti apa kita koreksinya, yang lain seperti apa. Dan yang penting belanja Pemerintah akan kita dorong tepat sasaran, tepat waktu, dan sedikit mengalami kebocoran, termasuk Pemerintah Daerah," jelasnya.

Dapur MBG (polkam.go.id)
Dapur MBG (polkam.go.id)

Sebelumnya lembaga pemeringkat Moody’s pada Kamis (5/2/2026) menurunkan outlook peringkat Indonesia dari stabil menjadi negatif. Ini merupakan pukulan terbaru untuk pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, setelah pekan lalu MSCI Inc membekukan indeks pasar modal dan menyebabkan IHSG ambruk.

Moody's dalam keterangannya mengatakan outlook peringkat Indonesia kini negatif, meski masih dipertahankan di level layak investasi Baa2, karena melihatnya adanya tanda-tanda pelemahan tata kelola serta semakin berkurangnya efektivitas kebijakan.

“Perubahan ini mencerminkan kebijakan yang makin sulit diprediksi, kekhawatiran terhadap tata kelola, dan meningkatnya ketidakpastian yang bisa mempengaruhi kepercayaan investor,” tegas keterangan Moody’s.

"Jika terus berlanjut, tren ini dapat mengikis kredibilitas kebijakan Indonesia yang sudah lama dibangun, yang selama ini mendukung pertumbuhan ekonomi yang kuat serta stabilitas makroekonomi, fiskal, dan keuangan," ungkap Moody’s.

Moody's mengatakan pihaknya akan menurunkan rating Indonesia jika kebijakan fiskal Indonesia semakin ekspansif tanpa diiringi reformasi pendapatan, keluarnya modal asing dalam jumlah besar atau adanya pelemahan perusahaan-perusahaan BUMN.

Saat ini, Indonesia berada di peringkat Baa2, peringkat kedua terendah dalam kategori layak investasi (investment grade).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Moody's Tebar Peringatan Dini buat Prabowo: Kebijakan Ugal-ugalan!

Moody's Tebar Peringatan Dini buat Prabowo: Kebijakan Ugal-ugalan!

Bisnis | Jum'at, 06 Februari 2026 | 10:57 WIB

Tak Ambil Pusing Soal Outlook Peringkat Moody's, Airlangga: Indonesia Tetap Investment Grade

Tak Ambil Pusing Soal Outlook Peringkat Moody's, Airlangga: Indonesia Tetap Investment Grade

Bisnis | Jum'at, 06 Februari 2026 | 10:14 WIB

Rupiah Amblas Imbas Moody's Kasih Rating Negatif ke Indonesia

Rupiah Amblas Imbas Moody's Kasih Rating Negatif ke Indonesia

Bisnis | Jum'at, 06 Februari 2026 | 09:58 WIB

Moodys Pertahankan Rating Indonesia di Baa2, BI Tegaskan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat

Moodys Pertahankan Rating Indonesia di Baa2, BI Tegaskan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat

Bisnis | Jum'at, 06 Februari 2026 | 07:35 WIB

Moody's Turunkan Outlook Peringkat Indonesia ke Negatif

Moody's Turunkan Outlook Peringkat Indonesia ke Negatif

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 21:05 WIB

Bantah Tukar Guling dengan Thomas, Purbaya Jelaskan Tugas Wamenkeu Juda Agung

Bantah Tukar Guling dengan Thomas, Purbaya Jelaskan Tugas Wamenkeu Juda Agung

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 20:49 WIB

Terkini

Eddy Soeparno: WFH Setelah Lebaran Bisa Pangkas Konsumsi BBM Secara Signifikan

Eddy Soeparno: WFH Setelah Lebaran Bisa Pangkas Konsumsi BBM Secara Signifikan

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 13:30 WIB

Kemenhub Catat Lonjakan 8,58 Persen Pemudik dengan Angkutan Umum, Kereta Masih Jadi Favorit

Kemenhub Catat Lonjakan 8,58 Persen Pemudik dengan Angkutan Umum, Kereta Masih Jadi Favorit

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 12:50 WIB

Mengapa Harga Emas Turun di Tengah Kemelut Perang di Timur Tengah?

Mengapa Harga Emas Turun di Tengah Kemelut Perang di Timur Tengah?

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 12:35 WIB

Kendaraan Menuju Puncak Padat, 50.000 Mobil Lalui Tol Jagorawi

Kendaraan Menuju Puncak Padat, 50.000 Mobil Lalui Tol Jagorawi

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 12:15 WIB

Pengamat: WFH 1 Hari Memang Tekan Subsidi BBM, Tapi Banyak Pihak Jadi Korban

Pengamat: WFH 1 Hari Memang Tekan Subsidi BBM, Tapi Banyak Pihak Jadi Korban

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 12:00 WIB

Harga Emas Dunia Mulai Turun, Waktunya Beli Banyak Logam Mulia?

Harga Emas Dunia Mulai Turun, Waktunya Beli Banyak Logam Mulia?

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 11:46 WIB

Ini 8 Rest Area Tol Cipali yang Bisa Dipakai Saat Arus Balik Lebaran 2026

Ini 8 Rest Area Tol Cipali yang Bisa Dipakai Saat Arus Balik Lebaran 2026

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 10:55 WIB

Penumpang Kereta Api Membludak, Okupansi Tembus 150,7%

Penumpang Kereta Api Membludak, Okupansi Tembus 150,7%

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 10:16 WIB

Penjualan Turun, IKEA Pangkas 800 Karyawan

Penjualan Turun, IKEA Pangkas 800 Karyawan

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 09:20 WIB

Daftar Harga BBM di Tengah Konflik Global, Stabil saat Arus Balik Lebaran 2026

Daftar Harga BBM di Tengah Konflik Global, Stabil saat Arus Balik Lebaran 2026

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 09:02 WIB