Pernyataan Saddil Ramdani untuk menjawab cibiran dan kritik publik soal penampilannya bersama Timnas Indonesia berbuntut panjang. Saddil mendapat banyak kritikan balik dari pernyataannya tersebut.
Sejumlah poin soal pernyataan Saddil salah satunya soal kebebasan bermain dan jam terbang bersama Timnas Indonesia mendapat sorotan dan kritik tajam.
Mantan pelatih Futsal Indonesia, Justin Lhaksana sampaikan kritik pedas terkait pernyataan pemain Sabah FC tersebut. Ditegaskan Justin, pelatih yang ditunjukan tangani tim memiliki wewenang penuh dan caranya sendiri.
Soal jam terbang, pria yang akrap disapa Coach Justin itu tegasksan bahwa itu seharusnya bisa didapatkan Saddil Ramdani saat menjalani sesi latihan.
Menurut Coach Justin, pelatih memiliki wewenang penuh soal siapa yang akan diturunkan sebagai starter. Pelatih memiliki penilaian tersendir kepada pemain meski si pemain hanya diberikan waktu bermain sangat sedikit.
"Lo boleh merasa diri lo Zidane, Messi atau Ronaldo, itu hak lo. Tapi kalo dia (pelatih) merasa lo tidak perform, lo nggak akan jadi starter," kata coach Justin.
Justin Lhaksana yang pernah tangani pelatih timnas di Futsal juga menceritakan bahwa ia juga memiliki ketegasan kepada anak asuhnya soal menit bermain.
"Jangan 7 menit, kalo semenit lu gw kasih main, lu harus tunjukin kalo lu layak di timnas,dulu gw mantan pelatih timnas, pemainnya selevel sama lu pemain timnas" jelasnya.
Saddil juga disarankan untuk menurunkan ego dan sadar bahwa ia bukan siapa-siapa di sepak bola.
"Jadi gw rasa lo harus lebih bersyukur bahwa lo masih bisa masuk ke seleksi timnas. Jadi tolong turunkan ego lo bahwa lo bukan siapa-siapa," saran coach Justin.
Saddil Ramdani buka suara perihal kritik pedas dari publik perihal perbandingan penampilannya bersama Timnas Indonesia dengan klubnya, Sabah FC.
Seperti diketahui, Saddil tunjukkan permainan memukau bersama klub Malaysia dengan mencetak 1 gol dan 2 assist saat Sabah mengalahkan Kelantan United 3-0 di pekan ke-15 Liga Malaysia.
Saddil pun menjawab panjang lebar soal kritik netizen yang menyebutnya melempem dibanding saat membela Timnas Indonesia.
Kritik pedas kepada Saddil muncul saat ia jadi pemain pengganti saat Timnas Indonesia ditahan imbang tanpa gol melawan Palestina di FIFA Matchday.
"Jadi gini kenapa sih kalian bandingin gue di Timnas sama di klub beda? Yaaa bedalahhh, emang gue sebagai pemain butuh namanya jam terbang dan kebebasan untuk bermain, apakah di timnas kami diberikan itu? Tidakkkk sama skali!!!," tegas Saddil Ramadani.