Penyidik Polres Tangerang Selatan menangkap Budyanto Djauhari (38), suami yang viral KDRT istrinya yang tengah hamil empat bulan berinisial TM (21) di perumahan Serpong Utara, Tangsel.
Pelaku ditangkap di salah satu apartemen di Kota Bandung, Jawa Barat, dini hari tadi. Tersangka juga kedapatan positif narkoba.
"Dari hasil tes urine diketahui tersangka konsumsi amfetamin. Tes urine dilakukan karena ada sikap tersangka yang dicurigai penyidik ke arah konsumsi narkotika," kata Kapolres Tangerang Selatan AKBP Faisal Febrianto dalam jumpa pers di Mapolres Tangsel, Selasa (18/7/2023).
Faisal menerangkap, motif pelaku aniaya istri yang videonya viral di media sosial lantaran kesal dituduh selingkuh.
"Pelaku kesal istrinya protektif dan dituduh selingkuh serta ancam akan membawa anaknya," ujarnya.
Peristiwa KDRT ini sendiri terjadi di kediaman korban dan pelaku di Serpong Park Cluster Diamond D6 nomor 31, Kelurahan Jelupang, Serpong Utara, Tangsel pada 12 Juli 2023.
Luka Korban
Akibat penganiayaan itu, Faisal menyebut, korban alami luka di bagian hidung dan kelopak mata kiri.
"Hasil visum korban alami luka lebam kehitaman di kelopak mata kiri, bengkak dan kemerahan di kedua pipi, garis tulang hidung geser ke arah kanan dan luka lain di bagian kanan serta betis," papar Faisal.
Baca Juga: Borok Pelaku KDRT di Tangsel Dibongkar Mertua, Jenggut hingga Piting Kepala Istri Lagi Hamil
Saat ini, Faisal menyebut, korban masih menjalani perawatan di RS Polri Kramat Jati. Korban juga akan diperiksa kejiwaannya akibat trauma yang didapat usai dianiaya.
"Kondisi saat ini mulai membaik. Korban masih di rumah sakit sampai dokter menyatakan korban boleh pulang," ungkap Faisal.
Atas kasus tersebut, Budyanto Djauhari dijerat dengan Pasal 44 Ayat 1 UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.
Penyidik Kurang Peka
Dalam kesempatan itu, Faisal mengakui adanya kesalahan penyidik yang sempat tak menahan Budyanto meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, sebelum ditangkap di Bandung.
"Saya selaku Kapolres Tangsel, sebagai atasan penyidik memohon maaf kepada masyarakat semuanya. Tentunya kami akan melakukan evaluasi terhadap kinerja penyidik ke depannya," kata Faisal.