Di sejarah gerakan Reformasi 1998 yang pada akhirnya tumbangkan rezim Orde Baru (Orba), publik mengenal setidaknya tiga tokoh yang kerap menjadi perwakilan yang bersembrangan.
Di kubu mahasiswa dan rakyat, publik cukup familiar dengan nama aktivis Budiman Sudjatmiko dan Adian Napitupulu. Budiman kemudian ikut mendirikan Partai Rakyat Demokratik (PRD) yang kemudian membawanya ke Penjara Cipinang.
Sementara Adian Napitupulu dikenal dengan Forum Kota (Forkot). Adian juga yang pada 1996 mendirikan posko Pemuda Mahasiswa Pro Megawati di kantor PDI P yang kemudian pecah peristiwa 27 Juli 1996 atau kudatuli.
Sedangkan di kubu Orba diwakili oleh Prabowo Subianto yang kala itu jadi Danjen Kopassus. Ia kemudian dituding jadi aktor dibalik sejumlah kasus penculikan rekan-rekan Budiman dan Adian. Kini Prabowo Subianto menjabat sebagai Menteri Pertahanan.
Jelang pemilu 2024, ada hal menarik dari hubungan antara mereka. Budiman pada hari ini Selasa (18/7) malam temui Prabowo Subianto di
Jalan Kertanegara Nomor IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Mengutip dari laporan jurnalis Suara.com, aktivis Reformasi 1998 ini tiba di kediaman Prabowo sekitar pukul 18:56 WIB. Lantas apa tujuan Budiman Sudjatmiko bertemu Prabowo, apakah ia akan pindah haluan ke Gerindra?
Ditanya oleh awak media menemui Prabowo Subianto pada hari ini, Budiman Sudjatmiko mengatakan bahwa ia hanya ingin diskusi dan tukar pikiran.
"Ya kita ingin diskusi saja dengan Pak Prabowo," kata Budiman.
"Saya kan sering diskusi dengan tokoh-tokoh, dengan Pak Luhut dengan Bu Mega tentu saja dengan Pak Jokowi ini. Ini sosok nasionalis yang menurut saya pikiran-pikirannya menarik untuk kita diskusikan untuk kita gali," ucapnya.
Baca Juga: Sanjung Prabowo sebagai Tokoh Nasionalis, Budiman Sudjatmiko Bakal Membelot ke Gerindra?
Jika Budiman sudah bertemu dengan Prabowo Subianto, apakah nantinya Adian Napitupulu akan ikut menyusul?