"Ketika diminta lagi gelangnya, betul atas nama pasien lain gelangnya itu. Di situ klien kami baru sadar, kok atas nama pasien yang lain ya. Setelah dikonfirmasi, alasan rumah sakit itu hanya ketukar gelang," jelas dia.
Tidak tenang dengan kepastian anaknya atau bukan, Mauliah akhirnya melakukan tes DNA di Laboratorium RS di wilayah Cempaka Putih, Jakarta.
"Dua bulan yang lalu, saya sebagai kuasa hukum tes DNA ke rumah sakit. Betul, ketika tes DNA, hasilnya bahwa bayi yang ada di klien kami itu bukan bayinya," tukas dia.
Kuasa Hukum Bayi Tertukar Temukan Titik Terang
Kuasa Hukum Ibu Bayi Tertukar, Rusdy Ridho menyebut, pihaknya menemukan titik terang dari nama Gelang yang dikenakan bayi yang dirawat Siti Mauliah hingga saat ini.
Rusdy menyebut, dirinya menduga bayi asli milik Siti Mauliah yang tertukar setahun lebih itu berada di pasien lain yang juga melakukan persalinan di RS Sentosa Bogor pada 18 Juli 2022 lalu.
"Iya (menjurus ke satu orang) karena dugaannya gelangnya (bayi yang dirawat Siti) atas nama ibu itu pasien B," kata Rusdy, Jumat 11 Agustus 2023.
Kendati demikian, pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak kepolisian untuk menyelesaikan permasalahan yang kliennya hadapi.
"Masih dugaan, karena masih proses penyelidikan kepolisian," ungkap dia.
Baca Juga: RS Sentosa Bogor Mengaku Tidak Tahu Soal Bayi Tertukar Selama Satu Tahun, Kok Bisa?
Ia berharap, respon cepat dari pihak kepolisian bisa menyelesaikan dan menemukan Siti Mauliah dengan bayi aslinya.
"Mudah mudahan dnegan adanya aduan ini, bisa cepat ditindaklanjhti. Sehingga diketahui dimana bayi Bu Siti berada," jelas dia.
Sementara, Polres Bogor akan memanggil pihak rumah sakit (RS) Sentosa Bogor atas dugaan kasus bayi tertukar tersebut.
"Kami akan melakukan klarifikasi atau interogasi kepada pihak terkait peristiwa ini. Mulai dari rumah sakit dan pihak diduga bayinya tertukar," kata dia.
Ia menyebut, pihak-pihak bersangkutan itulah yang menjadi kunci untuk menyelesaikan permasalahan atas dugaan bayi tertukar ini.
"Kami akan laksanakan karena orang-orang tersebut yang bisa menjelaskan apa yang terjadi. Ini akan terus berkembang. Kita akan lihat faktanya seperti apa," tandas Kasat.