KPK Hattrick Gelar OTT, Yudi Purnomo: Bukti Gaji Besar Tak Cukup Bendung Kerakusan Koruptor

Bangun Santoso

Minggu, 08 Februari 2026 | 09:11 WIB
KPK Hattrick Gelar OTT, Yudi Purnomo: Bukti Gaji Besar Tak Cukup Bendung Kerakusan Koruptor
Mantan Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo Harahap. [Antara/Benardy Ferdiansyah]
baca 10 detik
  • KPK berhasil melaksanakan tiga Operasi Tangkap Tangan (OTT) berturut-turut dalam dua hari di instansi berbeda.
  • OTT tersebut menargetkan oknum di Kantor Pajak Banjarmasin, Bea Cukai, serta seorang hakim PN Depok, kata Yudi Purnomo.
  • Kenaikan gaji instansi tinggi tidak mencegah korupsi; akar masalahnya adalah mentalitas kerakusan pelaku, ujar pemerhati.

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapat apresiasi atas keberhasilannya melakukan "hattrick" atau tiga Operasi Tangkap Tangan (OTT) berturut-turut dalam waktu dua hari terakhir.

Aksi senyap lembaga antirasuah ini menyasar oknum di Kantor Pajak Banjarmasin, Direktorat Jenderal Bea Cukai, hingga seorang hakim di Pengadilan Negeri Depok.

Pemerhati anti korupsi sekaligus mantan Ketua Wadah Pegawai dan penyidik KPK, Yudi Purnomo Harahap, menilai rentetan OTT ini menunjukkan performa teknologi KPK yang tetap tajam meski sempat mengeluhkan keterbatasan alat di hadapan DPR.

"Tentu kita harus mengapresiasi KPK ya dengan teknologi yang KPK sempat komplain waktu di DPR ya ternyata mereka masih berhasil melakukan OTT dalam sekitar 2 hari ini kan hattrick ya, 3 OTT," ujar Yudi saat ditemui jurnalis suara.com saat doorstop di Riase Jakarta, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (6/1/2026).

Gaji Besar Bukan Jaminan

Menurut pria yang kini aktif sebagai pemerhati anti korupsi tersebut, kasus-kasus ini menjadi tamparan keras karena melibatkan instansi dengan penghasilan yang tergolong tinggi. Yudi menegaskan bahwa akar masalahnya bukan lagi soal kesejahteraan, melainkan kerakusan.

Yudi Purnomo menyebut kenaikan gaji di Kemenkeu dan instansi peradilan belum mampu mencegah korupsi. Upaya pencegahan korupsi dengan menaikkan gaji terbukti tidak cukup efektif selama mentalitas "rakus" masih ada.

"Kita tahu Kementerian Keuangan gajinya lebih besar dari ASN lain, kita tahu hakim baru kemarin penghasilannya makin besar tapi ternyata karena rakus itu tidak membuat mereka berhenti untuk korup ketika penghasilannya makin besar. Jadi istilahnya yang halal diambil yang haram juga diambil ya," tegas Yudi dalam wawancara tersebut, dikutip pada Sabtu (7/2/2026).

Ia menyayangkan preseden buruk yang terus berulang, dimana pergantian kepemimpinan atau kasus-kasus sebelumnya ternyata tidak memberikan efek jera kepada oknum lainnya.

baca juga

Yudi menambahkan, upaya "bersih-bersih" di sektor pajak, bea cukai, dan peradilan harus menjadi prioritas utama pemerintah.

"Dan tentu ini juga harus menjadi cambuk bagi KPK bahwa mereka harus gencar melakukan OTT karena bagi saya menangkap koruptor adalah kampanye pencegahan yang efektif dibandingkan dengan sosialisasi," imbuhnya.

Tren Kinerja KPK Meningkat

Di bawah kepemimpinan yang baru, Yudi mencatat ada tren peningkatan kinerja KPK dalam hal penindakan. Dengan capaian 6 OTT di awal tahun 2026 ini, ia optimistis kepercayaan publik terhadap lembaga antirasuah tersebut akan perlahan pulih.

Bagi Yudi, keberanian masyarakat untuk melaporkan dugaan korupsi merupakan indikator penting bahwa KPK masih dipercaya. Ia juga mendorong agar pemerintah dan DPR segera merespons kebutuhan KPK terkait pengadaan alat-alat baru guna menunjang kerja pemberantasan korupsi.

Di akhir pernyataannya, Yudi menekankan bahwa meski kondisi KPK belum sepenuhnya pulih dan masih terdapat persoalan tebang pilih, setidaknya telah muncul harapan karena tanda-tanda pemulihan kepercayaan publik mulai terlihat.

"Jadi saya pikir di tengah kondisi KPK yang belum istilahnya normal karena memang masih ada beberapa yang tebang pilih setidaknya ada harapan yang sudah mulai mencercah," pungkasnya. (Dinda Pramesti K)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Uang Jatah Rp7 Miliar Tiap Bulan: Inilah Alur Suap Eksklusif PT Blueray ke Oknum Bea Cukai!

Uang Jatah Rp7 Miliar Tiap Bulan: Inilah Alur Suap Eksklusif PT Blueray ke Oknum Bea Cukai!

Video | Sabtu, 07 Februari 2026 | 21:00 WIB

Usai OTT Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, KPK Bidik Sengketa Lahan di Kawasan Wisata

Usai OTT Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, KPK Bidik Sengketa Lahan di Kawasan Wisata

News | Sabtu, 07 Februari 2026 | 12:40 WIB

Sempat Kabur Saat OTT, Pemilik PT Blueray John Field Menyerahkan Diri ke KPK

Sempat Kabur Saat OTT, Pemilik PT Blueray John Field Menyerahkan Diri ke KPK

News | Sabtu, 07 Februari 2026 | 11:12 WIB

Nyanyian Saksi di Sidang: Sebut Eks Menaker Ida Fauziyah Terima Rp50 Juta, KPK Mulai Pasang Mata

Nyanyian Saksi di Sidang: Sebut Eks Menaker Ida Fauziyah Terima Rp50 Juta, KPK Mulai Pasang Mata

News | Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:55 WIB

Usai Kena OTT KPK, Ketua dan Waka PN Depok Akan Diperiksa KY soal Dugaan Pelanggaran Kode Etik Hakim

Usai Kena OTT KPK, Ketua dan Waka PN Depok Akan Diperiksa KY soal Dugaan Pelanggaran Kode Etik Hakim

News | Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:50 WIB

KPK Sampai Kejar-kejaran, Terungkap Nego Suap Sengketa Lahan di PN Depok dari Rp1 M Jadi Rp850 Juta

KPK Sampai Kejar-kejaran, Terungkap Nego Suap Sengketa Lahan di PN Depok dari Rp1 M Jadi Rp850 Juta

News | Sabtu, 07 Februari 2026 | 07:10 WIB

KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok Terkait Dugaan Suap

KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok Terkait Dugaan Suap

Foto | Sabtu, 07 Februari 2026 | 07:00 WIB

Terkini

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:40 WIB

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:39 WIB

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

Sumsel | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:29 WIB

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Bogor | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok

Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:07 WIB

PDIP Minta Kenaikan Gaji Kepala Daerah Ditunda, Ini Alasannya

PDIP Minta Kenaikan Gaji Kepala Daerah Ditunda, Ini Alasannya

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:06 WIB

×