Kondisi Sepak Bola di Nagasaki, Kota Salah Sasaran Bom Atom 1945

Suara Moots

Rabu, 16 Agustus 2023 | 19:40 WIB
Kondisi Sepak Bola di Nagasaki, Kota Salah Sasaran Bom Atom 1945
Ilustrasi Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki (freepick)

Agustus 1945 ialah masa paling kelam dalam perjalanan sejarah umat manusia. Ribuan orang merenggang nyawa di Jepang setelah Amerika Serikat dan pihak Sekutu menjatuhkan dua bom atom di dua kota berbeda, Hirosima dan Nagasaki.

Jatuhnya bom atom di Hirosima dan Nagasaki juga berdampak pada perjuangan kemerdekaan Indonesia. Setelah dua kota itu luluh lantak, Jepang putuskan menyerah kepada Sekutu. 

Selang 8 hari setelah kota Nagasaki dijatuhkan bom atom, Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945

Nagasaki jadi kota kedua yang di bom atom Sekutu beberapa hari setelah Hirosima dijatuhi bom atom dari pesawat B-29 Enola Gay dari 393d Bombardment Squadron.

Dikutip dari dokumen cia.gov, pukul 11:01 waktu Jepang tanggal 09 Agustus 1945, Kapten Kermit Beahan melepaskan Fat Man yang mengandung inti plutonium berbobot 64 kg (141 lb) dijatuhkan di lembah industri Nagasaki di 32,77372°LU 129,86325°BT.

Bom meledak 47 detik kemudian di ketinggian 1.650 ± 33 ft (503 ± 10 m) di atas lapangan tenis.

Kekinian fakta baru terungkap, Nagasaki ternyata bukan kota yang disepakati Sekutu untuk di bom atom setelah Hirosima.

Dikutip dari catatan sejarah bbc.uk, kota Kokura ialah target sebenarnya, pasalnya kota tersebut ialah salah satu gudang senjata Jepang. 

Bom Fat Man kabarnya melenceng sejauh 2 mil dari target. Jarak antara Nagasaki dengan Kokura memang cukup dekat. 

baca juga

Sekarang dua kota tersebut sudah aman dari radiasi nuklir, meski masih menyisakan trauma berkepanjangan. Aktifitas pun kembali bergeliat di Nagasaki serta Hirosima termasuk pembangunan infrastruktur, penopang sendi kehidupan masyarakatnya. 

Jepang yang kalah dari Perang Duni II memang membangun negaranya dengan sangat sempurna, hampir di segala bidang pembangunan dilakukan dengan cara-cara yang profesional, pun di bidang sepak bola. 

Sepak Bola di Kota Nagasaki

Sebagai salah satu kekuatan sepak bola di Asia, Jepang membangun klub dan liga mereka dengan sangat tertata. 

Tak semua provinsi atau prefektur di Jepang bisa dengan mudah memiliki klub sepa kbola dengan standar profesional meski wilayah itu memiliki citra tersendiri. 

Contohnya bisa kita lihat di wilayah Suzuka, kota yang jadi bagian dari prefektur Mie ini belum memiliki memiliki klub profesional, padahal Suzuka memiliki sirkuit mobil Formula 1. 

Di Suzuka memang terdapat tiga klub sepak bola, namun standarnya masih amatir dan semi profesional. 

Tiga klub tersebut ialah Suzuka Unlimited FC, Veertien Mie - klub yang berdiri karena sang pendiri begitu menidolai legenda Belanda, Johan Cruijff, dan FC Ise Shima klub kecil yang berlokasi di selatan Suzuka. 

Meski berdekatan dan dikelilingi oleh banyak investor besar, ketiga klub ini benar-benar dibangun dengan keinginan tulus untuk menjadi klub profesional. Sejumlah investor pun tidak terlalu bernafsu untuk menganeksasi klub-klub ini. Mereka dibiarkan tumbuh kembang dengan sendiri.

Shinji Kuki, direktur eksekutif JFA prefektur Mie (setingkat asprov di Indonesia) menyebut bahwa perkembangan klub di wilayahnya memang cukup berbeda namun ia melihat ada kemajuan tiap tahunnya dari ketiga klub tersebut untuk menjadi profesional.

Hal sama juga dialami Nagasaki, kota ini baru memiliki klub sepak bola pada 1985 setelah berdirinya Ariake Football Club. 

Klub ini sepanjang era 80-an dan 90-an lebih banyak bermain di kasta kedua Liga Jepang. Bisa dibilang Ariake Football Club ialah klub 'seadanya' di Jepang.

Baru pada 2005, klub ini kemudian bergabung dengan klub lain bernama Kunimi Football Club dan muncullah nama klub baru, V-Varen Nagasaki. Kemajuan klub ini terbilang cukup lambat dibanding klub lain di Jepang. Hingga musim 2016/17 lalu saja, klub ini masih berkutat di kasta kedua Liga Jepang.

Nasib berbeda justru dialami klub lain yang berasal dari Hirosima, Sanfrecce Hiroshima. Klub ini sudah tampil di J League dan menjadi salah satu klub profesional di Jepang, padahal klub ini baru berdiri pada 1992 silam. 

Ketiadaan investor besar yang bisa menopang V-Varen Nagasaki jadi salah satu penghambatnya. Padahal klub ini memiliki stadion megah dengan kapasitas 20 ribu tempat duduk bernama Transcosmos Stadium Nagasaki.

Susahnya untuk mendapat investor untuk sebuah klub di Liga Jepang menurut Kuki memang jadi permasalahan tersendiri bagi kemajuan sepakbola Jepang. Namun bagi para pengurus federasi, hal tersebut memiliki makna positif yakni sepak bola Jepang dibangun dengan konsep yang matang, 

"Untuk dalam waktu dekat memang cukup sulit, banyak klub di prefektur lain yang juga bersaing untuk bisa tampil di J League namun yang pasti saat ini kami hanya ingin lebih terkonsep dan berhati-hati untuk menatap masa depan yakni memiliki banyak klub sepakbola yang benar-benar profesional," kata Kuki seperti dilansir dari un.co.jp 

Pihak federasi pun tak menutup mata soal perfomance klub di Jepang yang masih jauh dari standar konsistensi dan prestasi dari kacamata para investor, akibatnya banyak klub yang ditinggalkan sponsornya. "Ini tidak baik untuk sepakbola Jepang di masa mendatang," kata Kuki. 

Laporan dari jurnalis Chris Walmsley memaparkan angel berbeda dari orang Jepang membangun sepakbola mereka. Bagi orang Jepang, membangun sepakbola tidak bisa sembarangan dan hanya fokus pada sisi komersil belaka.  

Masaku Yoshida yang ditemui oleh Walmsley mengatakan bahwa cita-citanya menjadi manajer di Suzuka Unlimited ialah untuk membangun klub lokal yang matang dari semua lini. 

Meski masih bermain di tingkat regional, klub ini memiliki dua pemain non Jepang yang berasal dari Brasil yakni Efrain Rintaro yang berposisi sebagai striker dan Pablo Yan Fereira di sektor tengah.

"Saya tumbuh dan besar di wilayah ini, senang rasanya bisa membangun klub sepakbola dengan kondisi yang tepat seperti saat ini," kata Yoshida seperti dikutip dari inbedwithmaradona.com

Yoshida mengungkap bahwa dirinya harus jatuh bangun untuk membangun klub Suzuka Unlimited. 

Ia mengaku sempat bersitegang dengan pemilik lama yang memiliki hak merk dagang atas klub tersebut yakni Rampole. Sebelumnya klub ini memang bernama Suzuka Rampole. 

"Kami tidak bisa menyelesaikan konflik jadi kami memiliki untuk mengganti nama belakang," kata Yoshida.

Bahkan untuk bisa menarik minat masyarakat setempat agar bisa memberikan dukungan, pihak klub sampai harus menjemput bola dengan berkeliling ke sekolah lokal untuk melakukan coaching clinic lalu road show ke banyak tempat perbelanjaan. 

"Kami hanya ingin orang-orang di sini tahu bahwa kami adalah klub yang mewakili kota ini. Kami ingin anak-anak, remaja, orang tua serta kakek nenek mengetahui klub ini," kata Yoshida.

Menarik bukan, di Jepang sebuah klub harus jatuh bangun untuk bisa menjadi klub profesional, hal yang sangat bertolak belakang dengan kondisi klub dan liga di Indonesia. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sulit Menang di Laga Terakhir, Pelatih Tokyo Verdy Harus Mulai Lirik Arhan

Sulit Menang di Laga Terakhir, Pelatih Tokyo Verdy Harus Mulai Lirik Arhan

Your Say | Selasa, 15 Agustus 2023 | 13:12 WIB

Syukuri 78 Tahun Indonesia Merdeka, Gubernur Khofifah dan Masyarakat Ikut Dzikir dan Salawat Bersama Habib Syech

Syukuri 78 Tahun Indonesia Merdeka, Gubernur Khofifah dan Masyarakat Ikut Dzikir dan Salawat Bersama Habib Syech

Jatim | Senin, 14 Agustus 2023 | 13:21 WIB

Kalimalang Dulu dan Sekarang, Dibangun 12 Tahun Setelah Indonesia Merdeka hingga Jadi Arena Lomba 17 Agustus

Kalimalang Dulu dan Sekarang, Dibangun 12 Tahun Setelah Indonesia Merdeka hingga Jadi Arena Lomba 17 Agustus

Bekaci | Kamis, 10 Agustus 2023 | 14:23 WIB

Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki: Nama Bom, Kronologi hingga Alasan Amerika Ngebom Jepang

Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki: Nama Bom, Kronologi hingga Alasan Amerika Ngebom Jepang

News | Rabu, 09 Agustus 2023 | 12:24 WIB

Terkini

Dari Fort Du Bus hingga Trikora: Membaca Papua dari Arsip Kolonial

Dari Fort Du Bus hingga Trikora: Membaca Papua dari Arsip Kolonial

Your Say | Kamis, 25 Juni 2026 | 08:00 WIB

Industri AI Perbankan Kian Diminati, 96 Persen Perusahaan Siap Beri Gaji Lebih Tinggi

Industri AI Perbankan Kian Diminati, 96 Persen Perusahaan Siap Beri Gaji Lebih Tinggi

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 07:52 WIB

Gerindra Tepis Isu 'Mata-matai' Wapres Gibran: Yang Ada Adalah Perintah untuk...

Gerindra Tepis Isu 'Mata-matai' Wapres Gibran: Yang Ada Adalah Perintah untuk...

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 07:51 WIB

Pompa Air Otomatis yang Bagus Merek Apa? Ini 4 Rekomendasi Terlaris dan Hemat Listrik

Pompa Air Otomatis yang Bagus Merek Apa? Ini 4 Rekomendasi Terlaris dan Hemat Listrik

Lifestyle | Kamis, 25 Juni 2026 | 07:50 WIB

Lipstik Wardah Apakah Tahan Lama? Ini 4 Pilihan dengan Klaim Awet hingga 20 Jam

Lipstik Wardah Apakah Tahan Lama? Ini 4 Pilihan dengan Klaim Awet hingga 20 Jam

Lifestyle | Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47 WIB

ASN Pemukul Perawat di RSUD Koesnadi Jadi Tersangka

ASN Pemukul Perawat di RSUD Koesnadi Jadi Tersangka

Jatim | Kamis, 25 Juni 2026 | 07:39 WIB

Mencekam! Gempa Dahsyat M 7,1 Guncang Venezuela, Peringatan Berpotensi Tsunami Dikeluarkan

Mencekam! Gempa Dahsyat M 7,1 Guncang Venezuela, Peringatan Berpotensi Tsunami Dikeluarkan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 07:38 WIB

Bocoran! Oppo Reno16 Series Meluncur 3 Juli 2026, Usung Desain Planet 3D dan Fitur AI Unik

Bocoran! Oppo Reno16 Series Meluncur 3 Juli 2026, Usung Desain Planet 3D dan Fitur AI Unik

Tekno | Kamis, 25 Juni 2026 | 07:35 WIB

4 Urutan Skincare Wardah saat Kulit Purging agar Cepat Pulih, Lengkap dengan Harga dan Review

4 Urutan Skincare Wardah saat Kulit Purging agar Cepat Pulih, Lengkap dengan Harga dan Review

Lifestyle | Kamis, 25 Juni 2026 | 07:35 WIB

Bisa Lewat HP, Ini Cara Cek Penerima Bansos BPNT Juni 2026

Bisa Lewat HP, Ini Cara Cek Penerima Bansos BPNT Juni 2026

Lifestyle | Kamis, 25 Juni 2026 | 07:30 WIB