Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengutarakan kemarahan terkait langkah Anies Baswedan dan Nasdem memilih Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai calon wakil presiden (Cawapres) untuk Pilpres 2024.
SBY dalam pernyataan hari ini, Jumat (1/9) di Cikeas Bogor, Jawa Barat mengatakan bahwa keputusan sepihak dari Anies dan Nasdem memilih Cak Imin sebagai cawapres sebenarnya hal yang patut disyukuri.
Menurut SBY, maksud ucapannya hal itu patut disyukuri karena Allah SWT telah menyelamat Demokrat untuk tidak mendukung sosok yang tidak jujur atau pembohong pada Pilpres 2024.
"Kita masih ditolong oleh Allah SWT. Kita diselamatkan oleh sejarah. Ini syukur yang pertama," kata SBY seperti dikutip.
"Syukur yang kedua, saya renungkan baik-baik tadi malam dalam kontemplasi saya, justru kita diselamatkan oleh Tuhan, oleh Allah,"
"Kita tidak diizinkan oleh Allah untuk mendukung seseorang dan untuk bermitra dengan orang yang lain, yang kalau kita teladani akhlak pemimpin-pemimpin besar bagi yang beragama Islam, akhlak Rasulullah," kata SBY.
"Yang kita rasakan sekarang ini, mereka tidak sidiq, tidak jujur, tidak amanah, berarti tidak bisa dipercaya, dan mengingkari hal-hal yang telah disepakati. Tidak memegang komitmen dan janji-janjinya," sambungnya.
Muhaimin Iskandar alias Cak Imin dipilih oleh ketum Nasdem Surya Paloh sebagai cawapres mendampingi calon presiden (capres) Anies Baswedan di Pilpres 2024.
Hal ini disampaikan oleh Sekjen Partai Demokrat yang juga anggota koalisi tim 8, Teuku Riefky Harsya dalam keterangan tertulis. Dalam keterangan tertulis itu, Riefky tegaskan pemilihan Cak Imin sebagai cawapres Anies diputuskan secara sepihak.
"Pada Selasa malam, 29 Agustus 2023 di NasDem Tower, secara sepihak Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh tiba-tiba menetapkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai cawapres Anies, tanpa sepengetahuan Partai Demokrat dan PKS," kata Teuku dalam keterangan tertulisnya, Kamis (31/8/2023) seperti dikutip dari Suara.com
Selang sehari, Anies kemudian meminta kepada Sudirman Said untuk menyampaikan hal tersebut kepada PKS dan Demokrat tanpa bertemu secara langsung.
Demokrat sempat bertanya langsung kepada Anies Baswedan terkait informasi tersebut.
Eks gubernur DKI Jakarta itu menurut keterangan tertulis Teuku Riefky mengiyakan kebenaran informasi bahwa Cak Imin dipilih Surya Paloh sebagai cawapresnya.
"Ia (Anies) mengonfirmasi bahwa berita tersebut adalah benar," terangnya.