Pada 2012, Petar Segrt rela merogoh kocek dari kantong pribadinya untuk membayarkan keterlambatan gaji pemain dan ofisila PSM Makassar.
Tidak satu kali, pelatih asal Kroasia itu sampai dua kali memakai gaji pribadinya untuk membayar gaji pemain PSM Makassar.
Pertama, Petar Segrt keluarkan uang Rp100 juta sebelum laga PSM melawan Semen Padang di putaran pertama Liga 1 2012.
Kedua, pada April 2012 di putaran kedua, Segrt kembali mengeluarkan duit pribadinya untuk membayarkan gaji pemain dan ofisial tim PSM yang belum mendapatkan gaji.
Tak tanggung-tanggung, saat itu, Petar menalangi sementara sebagian dari gaji 29 pemain PSM. Setiap pemain mendapat gaji dari sang arsitek sebesar Rp4 juta. Sementara untuk 15 ofisial, gajinya dibayar penuh.
Petar saat itu hanya berharap kondisi morat marit keuangan PSM tidak mengganggu konsentrasi para anak asuhnya di Liga Indonesia.
Selang 11 tahun setelah pengorbanan Petar, di 2023 PSM kembali mendapat masalah keuangan. Kali ini giliran pelatih asal Portugal Bernardo Tavares yang berkorban.
Dikutip dari SuaraSulsel.id, Tavares melelang barang pribadinya berupa trofi da jersey untuk bantu membayar gaji staf dan pemain.
Barang itu berupa sebuah trofi, jersey Polo original, dan celana. Trofi itu didapatkan Bernardo Tavarez sebagai pelatih terbaik di musim Liga 1 musim lalu.
"Seperti yang kita ketahui bahwa kita sedang kesulitan sekarang," ujar Bernardo Tavares, Kamis (14/9/2023).
Saat ini, PSM sedang kesulitan masalah keuangan. Dikabarkan, pelatih, staf dan pemain belum mendapatkan haknya atau belum digaji.