Kontrak Shin Tae-yong bersama Timnas Indonesia segara berakhir. Pelatih asal Korsel itu akan berakhir masa kontraknya pada pertengahan 2024. .
Jauh sebelum kontraknya akan berakhir nanti, Shin Tae-yong sudah ramai sebenarnya didesak untuk dipecat. Alasan utamanya perihal trofi.
Ya, faktanya Shin Tae-yong selama ini memang belum memberikan trofi untuk Timnas Indonesia. Dalam rentang waktu 2 tahun, proses perbaikan Timnas Indonesia nyata dilakukan oleh Shin Tae-yong.
'Prestasi' STY mampu membuat rangking FIFA Timnas Indonesia terus mengalami kenaikan.
Pada September 2021, rangking Timnas ada di posisi ke-175, lalu naik menjadi posisi ke-165 pada Oktober 2021. Agustus 2022, STY bawa Timnas Indonesia duduki rangking 155.
Juli 2023, Timnas Indonesia berada di posisi ke-150 dan September 2023 berada di tempat ke-147. Artinya dalam waktu 2 tahun, STY mampu membawa Timnas Indonesia naik 28 peringkat.
Selain itu, faktanya Shin Tae-yong jadi pelatih pertama di sejarah Timnas Indonesia yang mampu membawa tiga tim lolos putaran final Piala Asia, tim U-20, tim U-23 dan tim senior.
Berikut sejumlah tokoh dan pengamat yang sempat ramai meminta Shin Tae-yong untuk dipecat sebagai pelatih Timnas Indonesia
Usai kegagalan mempersembahkan gelar Piala AFF 2022, salah satu anggota Exco PSSI Juni Rahman didesak untuk dipecat atau mundur.
Hal ini disampaikan oleh Juni Rahman pada Januari 2023. Menurut Juni, kegagalan di Piala AFF 2022 harusnya membuat pelatih Korsel itu meletakkan jabatannya.
"Gagal, out-lah," ucap Juni Rahman singkat sambil tertawa saat ditemui awak media.
Selain Juni Rahman, eks anggota Exco PSSI lainnya yakni Haruna Soemitro juga dikenal publik sebagai sosok yang menginginkan STY mundur atau dipecat.
Haruna bahkan sempat jadi sorotan publik pada Januari 2022 karena memberikan kritik pedas kepada kinerja STY. Saat itu, Haruna sempat mengatakan komunikasi antara STY dengan PSSI terhambat.
Haruna juga merasa komunikasi PSSI dengan Shin tidak baik-baik saja karena juru taktik asal Korea Selatan itu tersinggung ketika dikritik dan diberikan masukan oleh petinggi PSSI.
Haruna Soemitro juga mengatakan dirinya tidak setuju langkah PSSI melakukan naturalisasi.
"Saya ini rezim yang tidak setuju dengan naturalisasi. Saya berbeda pendapat. Saya selalu berdebat untuk urusan naturalisasi, ambil contoh, apa yang sudah kita hasilkan dengan naturalisasi," kata Haruna.
Pengamat sepak bola yang juga mantan CEO klub LPI Tangerang Wolves juga sempat memberikan kritik atas kinerja STY dan mewajarkan adanya desakan pelatih Korsel itu dipecat.
Akmal menyampaikan kritik soal kinerja STY pada Agustus 2023 setelah kegagalan di Piala AFF U-23.
Menurut Akmal, wajar jika ada desakan agar STY dipecat karena sampai saat ini ia belum berikan trofi untuk Timnas Indonesia.
"Masyarakat membutuhkan trofi juara, sebagai bukti keberhasilan, bukan sekadar lolos ke sebuah kejuaraan," kata Akmal seperti dikutip, Selasa (19/9).