Pasca pecah rusuh antara suporter di laga Ajax vs Feyenoord akhir pekan lalu, PSSI-nya Belanda, KNVB menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengembangkan penggunaan AI alias kecerdasan buatan untuk pencegahan.
Direkrut KNVB, Marianne van Leeuwen mengklaim bahwa pihaknya telah menguasai gerak gerik dan perilaku pelaku hooliganisme di sepak bola Belanda.
Menurut van Leeuwen, AI sangat bisa digunakan oleh otoritas sepak bola untuk mencegah terjadinya bentrok suporter atau aksi hooliganisme yang rugikan banyak pihak.
Disampaikan oleh van Leeuwen seperti dilansir dari NOS bahwa trend penggunaan AI diharapkan bisa terus berkembang dan sudah digunakan secara masif di tahun-tahun mendatang. '
Van Leeuwen mengatakan AI sudah digunakan di sejumlah stadion di Belanda dan hal itu cukup ampuh meminimalisir terjadinya bentrok suporter.
"Di PEC Zwolle sudah diterapkan sistem yang bisa mendeteksi siapa yang membeli tiket dan datang ke stadion. Anda bisa memantau dari gerbang stadion, siapa-siapa saja yang masuk ke dalam," ucap van Leeuwen.
"Tentu saja hal seperti ini diterapkan harus sesuai dengan legalitas, kerangka hukum yang jelas dan perlindungan privasi. Sistem ini bisa melakukan itu," tambahnya.
Direktur PSSI-nya Belanda itu menegaskan masalah suporter dan hooliganisme di sepak bola merupakan masalah yang kompleks. Menurutnya dibutuhkan pendekatan dari semua pihak untuk bisa mengatasi masalah itu.
Jika di Belanda, penerapan AI akan dimasifkna untuk mencegah bentrok suporter di Stadion, di Indonesia pihak Komdis PSSI tetap mengandalkan sanksi kepada pihak-pihak jika bentrok terjadi.
Baca Juga: Rusuh Dago Elos Bandung: Gas Air Mata Polisi Masuk Rumah Warga, Balita Jadi Korban
Teranyar, PSSI di bawah kepengurusan Erick Thohir membentuk Komite Ad Hoc Suporter untuk mencegah terjadinya bentrok suporter di stadion sepak bola.