Ariel NOAH menceritakan bahwa sejak album pertama Peterpan, Andika sebenarnya sudah bermasalah dengan masalah aransemen lagu. Menurut Ariel, Andika terbiasa saat Peterpan masih membawakan lagu orang kala manggung di cafe.
"Dari album pertama sebenarnya, kalau gua lihat masalahnya itu terlihat saat kita punya album sendiri. Jadi pas kita masih di cafe, Andika kan tinggal mainin yang sudah ada," ucap Ariel seperti dikutip dari Youtube Ferdy ELEMENT, Jumat (13/10).
"Masuk lagu sendiri, dia akan kebingungan untuk itu," tambah Ariel.
Ariel menegaskan sebenarnya sudah ada masalah sejak album pertama Peterpan. Ariel mengatakan sejak album pertama itu, Andika sudah kesulitan untuk mengisi part di dalam lagu yang diciptakan Peterpan.
"Dia ngisi, bukannya dia gak mau isi. Dia berusaha, tapi teman-teman yang lain merasa kurang. Dia coba ngisi lagi, tetap kurang enak. Akhirnya sampai dia jadi kaya frustasi," jelas Ariel.
Ariel mengatakan bahwa saat itu dirinya memaklumi karena masih di album pertama dan ia berharap Andika akan belajar saat itu. Nah, saat masuk album kedua, Ariel sebenarnya sudah mengeluarkan warning agar personel Peterpan semuanya bisa saling kontribusi untuk membuat lagu.
"Jadi di album pertama itu, kita seperti menggendong (Andika), karena saat dikatakan kurang oke, bukan cuma gua yang bilang tapi semuanya juga bilang kurang oke," ungkap Ariel.
"Kebanyakan yang dibikin sama Andika itu, biasanya dari Indra, Lukman atau dari Uki biasanya, karena dia kebingungan mau isi apa," tambahnya.
Di kanal Youtube yang sama, Ariel juga menjelaskan awal mula ia gabung bersama Andika membuat Peterpan.
Baca Juga: Buka Suara Soal Awal Gabung Peterpan, Ariel NOAH: Pernyataan Andika Bisa Ciptakan Opini Liar
Ariel menyebut bahwa awalnya itu saat sekolah di SMA 23 Bandung, sering nongkrong di sebuah warung. Lukman saat itu kata Ariel, teman dari anak si pemilik warung.
Dari perkenalannya dengan Lukman itu, ia kemudian berkenalan dengan Andika. Bersama Uki, Ariel, Lukman dan Andika sempat manggung di salah satu cafe dan bazar di SMA 23 Bandung.
Setelah itu kata Ariel, mereka tak lagi manggung sampai akhirnya Andika menghubungi kembali dirinya. Andika kata Ariel memintanya untuk membantu band yang dibentuknya.
Andika saat itu kata Ariel memintanya untuk menjadi vokalis. Targetnya kata Ariel, band awal yang belum memiliki nama itu hanya ingin bisa manggung di cafe-cafe.
Andika itu menurut Ariel memiliki kemampuan untuk mengelola sebuah band. Andika yang mencari-cari tempat untuk band pertama mereka itu untuk manggung.
Diakui oleh Ariel saat mereka akhirnya manggung di salah satu cafe, ia kurang sreg. Hal ini lantaran Ariel kurang sreg dengan salah satu gitaris, hingga akhirnya Uki diminta untuk ikut membantu.