Dua pemain keturunan Indonesia, Rivas Manuhutu dan Lyfe Oldenstam punya jadwal padat setelah dipanggil PSSI-nya Belanda, KNVB. Dua pemain keturunan Indonesia tersebut kini jadi salah satu penggawa tim u-17 Belanda.
Dalam waktu dekat, dua pemain keturunan Indonesia itu akan kembali turun membela tim U-17 Belanda. Rivas dan Lyfe masuk dalam 23 pemain tim U-17 Belanda yang akan jalani turnamen pra Euro U-17 yang akan berlangsung pada 24 Oktober 2023.
Pada 24 Oktober 2023, Rivas Manuhutu dan Lyfe Oldenstam akan jalani laga melawan Siprus. Pertandingan tim U-17 Belanda vs Siprus U-17 akan berlangsung di Frenaros Community Stadium, Frenaros, Siprus.
Setelah melawan Siprus, skuat besutan Alexander Palland itu akan jalani laga melawan Polandia di tempat yang sama pada 27 Oktober 2023. Lalu ada pada 30 Oktober 2023, tim U-17 Belanda akan hadapi Portugal U-17 di Dasaki Achna, Larnaca, Siprus.
Rivas seperti informasi yang disampaikan @FT_IDN merupakan pemain Belanda yang memiliki darah Indonesia. Sekedar informasi, Manuhutu merupakan salah satu nama marga di Maluku.
Sebelum memilih Rivas jadi bagian tim U-17 Belanda, Palland pada Mei 2023 memanggil 32 pemain yang akan mengikuti seleksi. Dari 32 pemain yang dipanggil itu, setidaknya terdapat empat pemain keturunan Indonesia.
Keempat pemain keturunan Indonesia itu adalah Rivas Manuhutu, Jaden de Guzman yang memiliki darah Indonesia, Filipina dan Kanada, lalu ada Lyfe Oldenstam keturunan Indonesia dan Suriname serta Geronimo Londar.
Sementara Lyfe saat ini berstatus pemain Ajax U-17 dan musim 2023/24, ia sudah melakoni 7 pertandingan. Dari 7 pertandingan itu, Oldenstam telah mengukir 2 assist.
2 assist itu ditorehkan Oldenstam saat Ajax U-17 imbang 4-4 melawan AZ (14/10) dan menang 3-0 atas FC Utrecht U-17 (10/10). Total Oldenstam ukir 548 menit di kompetisi U17 Division 1 Fall musim ini.
Pelatih Ajax U-17 Martijn Reuser cukup percaya dengan kemampuan pemain keturunan Indonesia itu. Dari 7 laga, Oldenstam selalu bermain full 90 menit.
Pemain berusia 16 tahun itu bergabung di Jong Ajax sejak 1 Juli 2020. Ia berposisi sebagai winger, namun bisa juga ditempatkan sebagai gelandang tengah dan full back.
Oldenstam memiliki garis keturunan Indonesia dari sang ibu. Bahkan disebutkan, kakek dari Oldenstam berasal dari Jakarta.