Keinginan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, untuk mencari pemain keturunan yang bisa dinaturalisasi sepertinya bisa diarahkan pada sosok pemain bernama Dean Zandbergen.
Pasalnya, Dean Zandbergen disebut-sebut memiliki darah keturunan Indonesia. Dia juga baru saja mendapatkan kesempatan debut untuk memperkuat klub asal Belanda, Sparta Rotterdam.
"Dean Zandbergen menjalani debut di level profesional semalam. Ia membela Sparta Rotterdam setelah sebelumnya memperkuat tim amatir. Dari bawah ke puncak karier,” tulis akun Instagram @footballtalentnesia.
Apabila melihat profilnya, Dean Zandbergen menjadi salah satu penyerang keturunan Indonesia yang cukup layak untuk dipertimbangkan Shin Tae-yong sebagai target pemain naturalisasi berikutnya.
Sebagai informasi, Dean Zandbergen merupakan pemain kelahiran Belanda pada 5 September 2001. Artinya, pesepak bola yang berposisi sebagai penyerang ini usianya telah menginjak 21 tahun.
Karier sepak bolanya memang lebih banyak berkutat di Negeri Kincir Angin. Sejak usia muda, dia sudah menimba ilmu bersama TOGB Youth, SC Excelsior, hingga BVV Barendrecht. Bersama klub yang disebut terakhir, dia bermain hingga 2020.
Setelah itu, Dean Zandbergen pindah menuju Westlandia U-21 (2020-2021), lalu memperkuat Excelsior M U-21 (2021-2022), TOGB (2022-2023), dan terakhir direkrut oleh Sparta U-21 pada Juli 2023.
Sepanjang musim ini, Dean Zandbergen sudah bermain sebanyak 10 kali bersama Sparta Rotterdam U-21 di kasta ketiga Liga Belanda. Dari semua aksinya itu, dia menyumbangkan tiga gol.
Baca Juga: Cuaca Panas, Pemain Hoffenheim sampai Sakit Kepala saat Latihan di Indonesia
Performa impresifnya itulah yang membuat Dean dipromosikan ke tim senior Sparta Rotterdam, tim yang saat ini tengah berkompetisi di kasta tertinggi Liga Belanda alias Eredivisie musim 2023/2024.
Dia pun langsung mendapatkan kesempatan debut singkat meskipun durasinya tak lama. Saat timnya menang 2-0 atas IJsselmeervogels pada ajang KNVB Cup, dia mengukir debut selama tiga menit.
Pada pertandingan ini, dia baru bermain pada menit ke-90, tepatnya saat tim pelatih menarik keluar Charles-Andreas Brym, sang pencetak gol kedua Sparta Rotterdam pada pertandingan tersebut.
Meskipun demikian, sejauh ini belum diketahui secara pasti dari mana garis keturunan Indonesia diperoleh pemain berusia 22 tahun tersebut.
Kontributor: Muh Faiz Alfarizie