8 Skenario yang Mungkin Dialami Pesawat Malaysia Airlines

Liberty Jemadu

Senin, 10 Maret 2014 | 06:01 WIB
8 Skenario yang Mungkin Dialami Pesawat Malaysia Airlines
Pesawat Malaysia Airines dalam karya pematung pasir India (Reuters)

Suara.com - Sudah lebih dari 48 jam pesawat Boeing 777-200ER milik Malaysia Airlines lenyap tak berbekas di atas Laut Cina Selatan, dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Beijing, Cina. Belum banyak informasi tentang keberadaan pesawat itu, kecuali beberapa spekulasi yang berdasar pada sangat sedikit bukti.

Sebagian besar dugaan mengatakan bahwa pesawat bikinan Amerika Serikat itu telah mengalami kecelakaan. Tidak sedikit pakar bahkan otoritas pemerintah mengimbau para keluarga penumpang untuk bersiap-bersiap dan menguatkan hati untuk menerima kabar terburuk.

Meski demikian belum ada satu pun bukti bahwa pesawat itu telah mengalami kecelakaan. Tidak ada panggilan radio. Tidak ada serpihan puing yang sudah ditemukan. Satu-satunya petunjuk adalah jejak pesawat yang terakhir kali tertangkap radar-radar militer maupun sipil di sejumlah negara.

Meski demikian, sejumlah pakar di seluruh dunia, mencoba mengemukakan skenario untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dengan pesawat berisi 239 penumpang itu. Berikut adalah delapan kemungkinan yang disarikan oleh Guardian:

1. Kerusakan struktur pesawat
Sebagian besar pesawat di dunia terbuat dari alumunium yang memang rentan berkarat, terutama di area yang punya kelembaban tinggi. Tetapi melihat sejarah panjang pesawat dan catatan keamanannya yang unggul, para pakar penerbangan meyakini sangat kecil kemungkinan terjadi kerusakan pada tubuh maupun rangka pesawat.

Kerusakan pada body pesawat bisa terjadi jika tekanan udara di kabin bertambah dan berkurang secara konstan. Itu biasanya terjadi saat pesawat tinggal landas atau mendarat.

Salah satu contohnya saat Boeing 737 milik Southweast Airlines terpaksa mendarat darurat pada April 2011 karena ditemukan keretakan pada tubuh pesawat. Pesawat berisi 118 penumpang itu berhasil mendarat dengan selamat. Tidak ada korban jiwa dalam insiden itu.

Tetapi keretakan semacam itu kecil kemungkinan terjadi dalam kasus Malaysia Airlines. Boeing 777 itu dioperasikan Malaysia Airlines untuk penerbangan jarak jauh dan hanya sedikit melakukan pendaratan maupun tinggal landas. Artinya rangka pesawat jarang mengalami tekanan.

"Tidak seperti Southwest Airlines yang terbang 10 kali sehari," jelas Scott Hamilton dari Leeham Co, perusahaan penyedia layanan konsultasi penerbangan di AS

2. Cuaca buruk
Pesawat dirancang untuk terbang melewati badai yang terburuk sekalipun. Meski demikian, tidak selamanya pesawat bisa selamat dari bencana.

Salah satunya adalah pesawat Air France yang terbang dari Rio de Janeiro, Brasil ke Paris, Prancis pada Juni 2009. Pesawat itu jatuh di Samudera Atlantik akibat cuaca buruk.

Es yang membeku di atas indikator kecepatan pesawat Airbus A330 itu membuat instrumen itu salah menganalisis situasi. Kesalahan itu membuat pilot salah mengambil keputusan dan akhirnya menyebabkan pesawat rusak. Sebanyak 228 penumpang dan kru pesawat tewas dalam insiden itu.

Sama seperti dalam hilangnya pesawat Malaysia Airlines, dalam kasus ini pilot juga tidak melakukan panggilan darurat via radio. Hanya saja bedanya dalam penerbangan ke Beijing dari Kuala Lumpur pada Sabtu (8/3/2014), semua laporan menunjukkan cuaca yang cerah.

3. Disorientasi pilot
Menurut Todd Curtis, mantan teknisi Boeing yang bertugas merancang body pesawat 777 yang kini menjadi direktur Airsafe.com Foundation, kecelakaan bisa bermula dari kelengahan pilot. Menurut dia bisa saja pilot lupa menyalakan fitur autopilot dan selama lima atau enam jam membiarkan pesawat terbang ribuan mil dari jalur yang seharusnya.

Meski demikian kemungkinan itu juga sangat kecil terjadi karena tentu saja pesawat itu akan terdeteksi oleh radar negara-negara di sekitarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cari Pesawat Hilang, Malaysia Minta Bantuan Indonesia

Cari Pesawat Hilang, Malaysia Minta Bantuan Indonesia

News | Senin, 10 Maret 2014 | 07:17 WIB

3 Fakta Aneh di Balik Misteri Hilangnya Pesawat Malaysia Airlines

3 Fakta Aneh di Balik Misteri Hilangnya Pesawat Malaysia Airlines

News | Senin, 10 Maret 2014 | 02:36 WIB

Objek Asing Ditemukan di Laut, Diduga Pecahan Pesawat Malaysia Airlines

Objek Asing Ditemukan di Laut, Diduga Pecahan Pesawat Malaysia Airlines

News | Minggu, 09 Maret 2014 | 22:44 WIB

10 Kecelakaan Penerbangan Paling Misterius

10 Kecelakaan Penerbangan Paling Misterius

News | Minggu, 09 Maret 2014 | 18:27 WIB

Terkini

Sengketa Lahan Bertahun-tahun, Warga Banjarsari Bermalam di Kantor Bupati Lahat

Sengketa Lahan Bertahun-tahun, Warga Banjarsari Bermalam di Kantor Bupati Lahat

Sumsel | Selasa, 01 September 2026 | 23:49 WIB

Babakan Cileungsi Mencekam, Pemilik Rumah Pingsan Menyaksikan Tempat Tinggalnya Ludes Terbakar

Babakan Cileungsi Mencekam, Pemilik Rumah Pingsan Menyaksikan Tempat Tinggalnya Ludes Terbakar

Bogor | Selasa, 01 September 2026 | 23:43 WIB

Pengadaan Smartboard Disdik Bogor Diusut KPK

Pengadaan Smartboard Disdik Bogor Diusut KPK

Jabar | Selasa, 01 September 2026 | 23:36 WIB

Depok Buka Kuota Gratis Kerjaan Sopir di Jepang untuk 1.000 Warga

Depok Buka Kuota Gratis Kerjaan Sopir di Jepang untuk 1.000 Warga

Bogor | Selasa, 01 September 2026 | 23:12 WIB

Gunung Gede Pangrango Tutup Pendakian Sampai Waktu yang Belum Ditentukan

Gunung Gede Pangrango Tutup Pendakian Sampai Waktu yang Belum Ditentukan

Jabar | Selasa, 01 September 2026 | 23:01 WIB

Gandeng Konsultan ITB Tangani Banjir, Bupati Serang Minta Langkah Ini Diduplikasi

Gandeng Konsultan ITB Tangani Banjir, Bupati Serang Minta Langkah Ini Diduplikasi

Banten | Selasa, 01 September 2026 | 22:53 WIB

Wakil Ketua DPRD Jabar Iwan Suryawan Dorong Efisiensi BTT APBD untuk AI Karhutla

Wakil Ketua DPRD Jabar Iwan Suryawan Dorong Efisiensi BTT APBD untuk AI Karhutla

Jabar | Selasa, 01 September 2026 | 22:47 WIB

Keracunan Massal Santri Usai Santap MBG Jadi Perhatian Khusus Bupati Sidoarjo

Keracunan Massal Santri Usai Santap MBG Jadi Perhatian Khusus Bupati Sidoarjo

Jatim | Selasa, 01 September 2026 | 22:42 WIB

Aktor Utama di Luar Negeri, Bareskrim Endus Pola Canggih Penyelundupan Narkoba Jalur Laut

Aktor Utama di Luar Negeri, Bareskrim Endus Pola Canggih Penyelundupan Narkoba Jalur Laut

News | Selasa, 01 September 2026 | 22:35 WIB

Jonatan Christie Kejar Poin di China Masters, Tiket World Tour Finals Jadi Target

Jonatan Christie Kejar Poin di China Masters, Tiket World Tour Finals Jadi Target

Sport | Selasa, 01 September 2026 | 22:30 WIB

×