8 Skenario yang Mungkin Dialami Pesawat Malaysia Airlines

Liberty Jemadu | Suara.com

Senin, 10 Maret 2014 | 06:01 WIB
8 Skenario yang Mungkin Dialami Pesawat Malaysia Airlines
Pesawat Malaysia Airines dalam karya pematung pasir India (Reuters)

4. Kerusakan pada kedua mesin
Pada Januari 2008 pesawat milik British Airways 777 jatuh di landasan bandara Heathrow, London. Kecelakaan itu terjadi karena mesin pesawat kehilangan dorongan saat akan mendarat. Penyebabnya adalah karena pembekuan es di sistem bahan bakar. Tidak ada korban tewas dalam kecelakaan itu.

Kerusakan dua mesin jet bisa terjadi dalam insiden ini. Tetapi, menurut Hamilton, pesawat itu butuh sekitar 20 menit untuk melayang sebelum benar-benar jatuh ke laut. Waktu itu bisa digunakan pilot untuk melakukan panggilan darurat.

Langkah itu pernah diambil Kapten Chesley B Sullenberger saat pesawat Airbus A320 milik US Airways yang dikemudikannya mengalami kerusakan mesin pada 2009. Ia menyempatkan diri menghubungi pengendali lalu lintas udara sebelum mendaratkan pesawatnya di Sungai Hudson, New York.

5. Bom
Skenario ini sangat mungkin terjadi, sama seperti yang menimpa Pan Am Flight 103 pada Desember 1988 atau Air India pada Juni 1985, demikian juga pesawat Union des Transport yang meledak di atas gurun Sahara, Afrika pada 1989.

6. Pembajakan
Dalam kasus ini pembajakan mungkin saja terjadi, tetapi agak di luar pakem. Biasanya pembajak akan mendaratkan pesawat di sebuah bandara yang dipilihnya dan mengajukan tuntutan kepada pemerintah yang disasarnya.

7. Aksi bunuh diri pilot
Ada dua kecelakaan pesawat yang mematikan terjadi pada akhir era 1990an. Pertama melibatkan pesawat milik maskapai SilkAir dan maskapai Mesir, EgytpAir. Keduanya diduga dilakukan secara sengaja oleh pilot.

Kecelakaan pertama yang terjadi di Sungai Musi, Sumatera Selatan pada 1997 diduga sengaja dilakukan oleh pilot yang berkebangsaan Singapura. Penyidikan oleh pemerintah Indonesia tidak memberikan hasil "karena bukti-bukti yang diperoleh tidak cukup." Tetapi para pakar penerbangan di dunia sepakat bahwa kecelakaan itu sengaja dilakukan oleh pilot.

8. Tertembak
Pada Juli 1988 sebuah rudal milik angkatan laut AS tidak sengaja menembak pesawat komersial Iran Air. Seluruh penumpang dan kru, yang berjumlah 290 orang, tewas dalam peristiwa itu. Pernah juga, pada September 1983, pesawat Korean Airlines ditembak jatuh oleh jet tempur Rusia. (Guardian)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cari Pesawat Hilang, Malaysia Minta Bantuan Indonesia

Cari Pesawat Hilang, Malaysia Minta Bantuan Indonesia

News | Senin, 10 Maret 2014 | 07:17 WIB

3 Fakta Aneh di Balik Misteri Hilangnya Pesawat Malaysia Airlines

3 Fakta Aneh di Balik Misteri Hilangnya Pesawat Malaysia Airlines

News | Senin, 10 Maret 2014 | 02:36 WIB

Objek Asing Ditemukan di Laut, Diduga Pecahan Pesawat Malaysia Airlines

Objek Asing Ditemukan di Laut, Diduga Pecahan Pesawat Malaysia Airlines

News | Minggu, 09 Maret 2014 | 22:44 WIB

10 Kecelakaan Penerbangan Paling Misterius

10 Kecelakaan Penerbangan Paling Misterius

News | Minggu, 09 Maret 2014 | 18:27 WIB

Terkini

Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029

Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029

News | Selasa, 14 April 2026 | 19:39 WIB

Andi Widjajanto: Selat Malaka Adalah Choke Point yang Bisa Seret Indonesia ke Konflik Global

Andi Widjajanto: Selat Malaka Adalah Choke Point yang Bisa Seret Indonesia ke Konflik Global

News | Selasa, 14 April 2026 | 19:03 WIB

Produk Makanan Segera Punya Label Gula, Garam, Lemak Level A-D: Dari Sehat hingga Berisiko

Produk Makanan Segera Punya Label Gula, Garam, Lemak Level A-D: Dari Sehat hingga Berisiko

News | Selasa, 14 April 2026 | 19:00 WIB

Sebut Prabowo-Gibran Beban Bangsa, Dosen UNJ Ubedilah Badrun Resmi Dipolisikan

Sebut Prabowo-Gibran Beban Bangsa, Dosen UNJ Ubedilah Badrun Resmi Dipolisikan

News | Selasa, 14 April 2026 | 19:00 WIB

Mahfud MD Bongkar 'Permainan' Pejabat di Balik Pelarian Koruptor Rp189 Triliun

Mahfud MD Bongkar 'Permainan' Pejabat di Balik Pelarian Koruptor Rp189 Triliun

News | Selasa, 14 April 2026 | 18:22 WIB

Habiburokhman ke Kapolri: Jangan Risau Ada Oknum, yang Penting Institusi Berani Tindak Tegas

Habiburokhman ke Kapolri: Jangan Risau Ada Oknum, yang Penting Institusi Berani Tindak Tegas

News | Selasa, 14 April 2026 | 18:10 WIB

Kasus Suap PN Depok, KPK Telusuri Riwayat Mutasi Dua Hakim Tersangka

Kasus Suap PN Depok, KPK Telusuri Riwayat Mutasi Dua Hakim Tersangka

News | Selasa, 14 April 2026 | 18:07 WIB

Kepala Dishub DKI Jadi Calon Wali Kota Jaksel, DPRD Soroti Ego Sektoral dan Lambannya Birokrasi

Kepala Dishub DKI Jadi Calon Wali Kota Jaksel, DPRD Soroti Ego Sektoral dan Lambannya Birokrasi

News | Selasa, 14 April 2026 | 18:00 WIB

Biaya Haji 2026 Tak Naik, Tapi Sumber Dana Rp1,77 Triliun Masih Gelap

Biaya Haji 2026 Tak Naik, Tapi Sumber Dana Rp1,77 Triliun Masih Gelap

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:55 WIB

Pastikan Ketersediaan Minyakita Aman, Dirut Bulog Sidak Pasar-pasar Di Jakarta

Pastikan Ketersediaan Minyakita Aman, Dirut Bulog Sidak Pasar-pasar Di Jakarta

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:49 WIB