Lima Pernyataan Jokowi yang Mengocok Perut

Siswanto

Sabtu, 29 Maret 2014 | 05:59 WIB
Lima Pernyataan Jokowi yang Mengocok Perut
Capres Joko Widodo sumbang uang untuk Satinah, Jakarta, Rabu (26/3/2014). [Suara.com/Bagus Santosa]

Suara.com - Calon presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo (Jokowi) dikenal sebagai tokoh yang memiliki pembawaan tenang dan tak mudah tersulut pancingan lawan politik.

Seperti ketika ia disindir sebagai pemimpin yang pernyataannya mencla-mencle, capres boneka, dan pembohong, mantan Wali Kota Surakarta, Jawa Tengah, itu tetap kalem dan tak mau meributkannya.

Karakter Jokowi yang demikian itu dipuji banyak kalangan.

Beberapa kalangan, bahkan menyebut karakter Gubernur DKI Jakarta ini semakin lengkap karena juga memiliki sifat jenaka.

Bicara tentang jenaka, suara.com menyimpan beberapa catatan pernyataan-pernyataan Jokowi yang bisa membuat orang tertawa terbahak-bahak.

1. “Ya, harus sama JK”

Sampai sekarang Jokowi belum punya calon pendamping untuk pemilihan presiden nanti. Ia bilang sama sekali belum memikirkannya karena sekarang sedang fokus untuk memenangkan PDI Perjuangan di pemilihan legislatif 9 April.

Tapi, ketika disinggung nama Jusuf Kalla (JK) sebagai kandidat pendampingnya, Jokowi justru main dagelan. Ia bilang tanpa huruf JK, namanya tentu tak bisa dibaca Jokowi.

“Ya, ini sih bukan soal mau atau nggak mau, ya, harus sama ‘JK’. Soalnya kalau enggak sama ‘JK’, jadinya Oowi dong,” kata Jokowi di salah satu tempat makan kawasan Waduk Pluit, Jakarta Utara, Kamis (27/3/2014).

Maklum saja, nama JK disinggung karena selama ini ada wacana untuk memasangkan Jokowi dengan JK, mantan Wakil Presiden RI.

2. “Jangan seolah menang, walau sudah menang”

Jokowi meminta semua kader dan simpatisan PDI Perjuangan tetap semangat. Walau banyak survei dan analisa yang menempatkan PDI Perjuangan di posisi pemenang, Jokowi tetap ingin semua pendukungnya tak lengah dan tetap bekerja serius.

"Ya, jangan seolah menang, walaupun kita memang sudah menang," kata Jokowi kepada kader dan simpatisan di kantor DPC PDI Perjuangan Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (27/3/2014) malam.

Jokowi mengingatkan pendukungnya, kader dan simpatisan partai lain sekarang ini tengah bekerja keras untuk bisa menang.

"Jati, kita harus kerja sama kerasnya, kalau perlu kerja lebih keras lagi. Dengan kerja keras, saya yakin persentase suara kita akan naik, naik, naik. Kemarin sudah naik, tapi kita akan naik lagi," kata Jokowi.

3. “Wah iya, lupa saya”

Semenjak resmi deklarasi menjadi calon presiden, Jokowi tak mau bicara kepada wartawan tentang masalah capres-capresan di lingkungan Balai Kota Jakarta. Balai Kota Jakarta adalah tempatnya untuk bekerja sebagai Gubernur.

Ia bilang kepada wartawan, hanya akan menjawab pertanyaan tentang capres di luar pagar Balai Kota.

Pada Kamis (27/3/2014) sore, di Balai Kota, para wartawan mewawancarainya soal surat cuti ke Kemendagri untuk kampanye. Karena konteks pertanyaannya masih menyangkut jabatannya, Jokowi pun menjawab.

Lama-lama, wartawan mulai bertanya soal kemungkinan dia bisa menang pilpres dalam satu putaran.

"Wah, jangan seolah-olah sudah menang, satu putaran, saya ndak seperti itulah," kata Jokowi.

Rupanya Jokowi terpancing. Ia bicara panjang soal serangan lawan politik kepadanya.

Ia baru tersadar telah melanggar aturannya sendiri ketika wartawan bertanya, tidak biasanya seorang Jokowi mau bicara tentang capres di dalam lingkungan Balai Kota.

"Waduh, iya, walah lupa saya," kata Jokowi sambil terkekeh.

"Kamu-kamu ini, ya, pertanyaannya nakal-nakal, jadinya saya jawab," kata Jokowi sambil meninggalkan Balai Kota.

4. “Dibanding dengan Tukul, ya gantengan saya”

Ketika sedang kampanye di Sukabumi, Jawa Barat, Jokowi berkelakar di hadapan kader dan simpatisan PDI Perjuangan.

"Nah, sekarang kalau bapak ibu melihat Jokowi, ya Jokowi seperti ini. Jangan bayangkan akan punya seorang presiden yang gagah, ganteng, dan banyak duit,” kata Jokowi di Rumah Makan Lembur Kuring 3, Sukabumi, Kamis (27/3/2014) malam.

Ia berkata lagi, “Tapi kalau dibanding dengan Tukul, ya ganteng saya." Tukul yang dimaksud Jokowi ialah pelawak Tukul Arwana.

5. “Bu Mega itu mungkin pusing sama saya”

Masih di Rumah Makan Lembur Kuring 3, Sukabumi, Kamis (27/3/2014) malam, Jokowi masih mengocok perut para kader dan simpatisan yang berkumpul di sana. Ia bicara tentang sosoknya yang tidak begitu luar biasa sebagai seorang calon presiden.

"Bu Mega saja sering ngomong kalau saya ini kerempeng, tapi Jokowi itu banteng. Berat saya 54 kilogram, kalau nambah ya paling setengah kilo, habis itu turun lagi setengah kilo,” kata Jokowi yang disambut tertawa orang-orang di rumah makan itu.

“Bu Mega itu mungkin pusing saya sudah diajak makan keliling-keliling hampir setahun, tapi ndak nambah-nambah berat badan," Jokowi menambahkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Dihina di Facebook dan Pendukungnya Ditantang Duel

Jokowi Dihina di Facebook dan Pendukungnya Ditantang Duel

News | Sabtu, 29 Maret 2014 | 05:23 WIB

Dua Pesan Jokowi kepada Ahok

Dua Pesan Jokowi kepada Ahok

News | Jum'at, 28 Maret 2014 | 05:29 WIB

Jokowi Mengaku Tak Pernah Melobi untuk Jadi Capres

Jokowi Mengaku Tak Pernah Melobi untuk Jadi Capres

News | Jum'at, 28 Maret 2014 | 02:46 WIB

Jokowi Tak Mau Terpancing Purnawirawan TNI/Polri Merapat ke Prabowo

Jokowi Tak Mau Terpancing Purnawirawan TNI/Polri Merapat ke Prabowo

News | Kamis, 27 Maret 2014 | 21:51 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×