Hakim Minta Wilfrida Soik Lakukan Pembelaan Diri

Siswanto

Selasa, 01 April 2014 | 06:38 WIB
Hakim Minta Wilfrida Soik Lakukan Pembelaan Diri
Ilustrasi hakim pengadilan pegang palu sidang. [shutterstock]

Suara.com - Persidangan Wilfrida Soik di Mahkamah Tinggi Kota Bharu, Kelantan, memasuki perkembangan penting setelah hakim menyampaikan bahwa jaksa penuntut umum berhasil meyakinkan pengadilan dan menyatakan prima facie atas tuduhan pembunuhan terhadap majikannya, Yeap Seok Pen.

Dengan dinyatakan prima facie atas pembunuhan pada 7 Desember 2010 itu, berarti hakim pada sidang Minggu (30/3/2014) menyakini bahwa fakta-fakta dan bukti-bukti serta kesaksian yang diajukan jaksa pada tahap pendakwaan menunjukkan terjadi tindak pidana.

Untuk itu, hakim minta kepada Wilfrida untuk melakukan pembelaan diri, demikian keterangan pers dari Kedutaan Besar Republik Indonesia Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (1/4/2014).

Hakim memutuskan untuk menunda persidangan dan akan melanjutkannya pada 1-3 April 2014 dengan agenda melanjutkan keterangan dari saksi-saksi yang diajukan oleh tim pengacara/pembela.

Sementara itu, pada awal sesi pembelaan diri, tim pengacara/pembela memilih opsi untuk membacakan kesaksian tertulis berdasarkan keterangan yang diberikan oleh Wilfrida.

Dalam pembelaannya Wilfrida, pada intinya menyampaikan bahwa dirinya tidak dapat mengingat secara utuh apa yang telah dilakukan terhadap majikannya.

Selanjutnya, sejumlah tindakan semena-mena yang diterima Wilfrida dari korban, antara lain tindakan membangunkan dengan cara melemparkan barang ke arahnya dan tidak diberikan makanan yang memadai.

Berikutnya, Wilfrida menyampaikan bahwa dia melakukan pekerjaan di luar tugasnya sebagai pembantu rumah tangga, antara lain membersihkan kotoran korban serta memandikan delapan anjing peliharaan majikan.

Dan pada hari kejadian, korban melakukan pemukulan yang menjadi pemicu Wilfrida melakukan tindakan balasan di luar kesadaran.

Saksi ahli selanjutnya tim pengacara pembela mengajukan saksi ahli Dr. Badiah yang merupakan dokter forensik psikiatrik dari Rumah Sakit Permai Johor Bahru yang melakukan pemeriksaan kejiwaan atas Wilfrida.

Dr. Badiah pada intinya menyampaikan hal-hal seperti saat kejadian Wilfrida mengalami kondisi acute and transient psychotic disorder.

Kondisi ini merupakan situasi di mana Wilfrida mendadak terlepas dari realitas secara sementara sehingga tidak mampu mengontrol diri yang terjadi karena adanya tekanan di luar kemampuannya.

Selain itu, berdasarkan tes IQ, tingkat intelektualitas Wilfrida tergolong rendah dibandingkan anak seusianya sehingga menyebabkan dirinya mempunyai keterbatasan dalam mengatasi situasi yang terjadi di sekitarnya.

Adapun dalam sidang berikutnya, yaitu tanggal 1-3 April 2014 sebagai sidang lanjutan Wilfrida dengan agenda melanjutkan keterangan dari saksi-saksi yang diajukan oleh Tim Pengacara Pembela.

Selain Dr. Badiah, saksi meringankan yang akan dihadirkan, yaitu Dr. Abdul Kadir bin Abu Bakar, Dato Dr. Zahari Bin Noor, Paman Wilfrida dan Pastor dari Gereja Paroki Roh Kudus Halilulik. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dapat Amanat Orangtua Dampingi Wilfrida Soik, Prabowo Terbang ke Malaysia

Dapat Amanat Orangtua Dampingi Wilfrida Soik, Prabowo Terbang ke Malaysia

News | Minggu, 30 Maret 2014 | 08:42 WIB

Terkini

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 23:56 WIB

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 23:23 WIB

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 22:37 WIB

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 22:16 WIB

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:15 WIB

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Health | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

×