Karhutla Sumsel Turun 88 Persen, Tapi Asap Masih Bikin Udara Palembang Tak Sehat

Vania Rossa, Lilis Varwati

Selasa, 01 September 2026 | 10:12 WIB
Karhutla Sumsel Turun 88 Persen, Tapi Asap Masih Bikin Udara Palembang Tak Sehat
kebakaran hutan dan lahan atau karhutla Sumatera Selatan. (ANTARA)
baca 10 detik
  • BNPB menyatakan luas area karhutla di Sumatera Selatan turun drastis lebih dari 88 persen sejak 2023 hingga 2025.
  • Kualitas udara di Kota Palembang pada 30 Agustus 2026 sempat memburuk dan berada pada kategori sangat tidak sehat.
  • Satgas gabungan terus melakukan operasi pemadaman dan pendinginan ketat di area seluas 67,06 hektare hingga awal September 2026.

Suara.com - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan, diklaim Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB), menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu dilihat dari luas area terbakar yang tercatat turun lebih dari 88 persen sejak 2023.

Namun, persoalan kualitas udara masih menjadi perhatian di tengah puncak musim kemarau dan fenomena El Nino 2026. Pada 30 Agustus 2026, kualitas udara di Kota Palembang sempat berada pada kategori sangat tidak sehat.

Berdasarkan data pemantauan, Stasiun Pemantau Kualitas Udara Kota Palembang pada 30 Agustus 2026 pukul 14.00 WIB mencatat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU/AQI) berada di angka 247.

Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam penanganan karhutla di Sumatera Selatan, meski secara umum situasi di wilayah tersebut masih dinilai terkendali.

Data BNPB menunjukkan luas area terbakar di Sumsel memang mengalami penurunan cukup signifikan dalam tiga tahun terakhir.

Pada 2023, luas area terbakar tercatat mencapai 264.165,68 hektare. Angka tersebut turun menjadi 30.844,96 hektare pada 2024 dan kembali turun menjadi 11.879,56 hektare pada 2025.

Penurunan tersebut disebut tidak terlepas dari sistem peringatan dini, respons cepat Satgas Karhutla serta kerja sama berbagai pihak dalam menangani kebakaran.

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto mengatakan kekuatan personel di lapangan menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan karhutla.

"Hasil operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan membuktikan bahwa Satgas Darat yang terdiri dari Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, Masyarakat Peduli Api, Basarnas, Relawan dan sektor swasta ini menjadi kekuatan utama dan harus semakin ditingkatkan kekuatannya" ujar Suharyanto dalam keterangannya, Selasa (1/9/2026).

baca juga

Hingga 30 Agustus 2026, masih terdapat sekitar 67,06 hektare area yang memerlukan pemadaman dan pemantauan ketat.

Dari luas tersebut, patroli udara mendeteksi 11 titik api dengan cakupan sekitar 45 hektare. Sementara hasil pengecekan lapangan oleh Satgas Darat menemukan area sekitar 22,06 hektare.

Tim gabungan kemudian baru memadamkan 18,36 hektare area terbakar. Sebanyak 2,5 hektare dipadamkan melalui water bombing, sedangkan 15,86 hektare lainnya ditangani melalui operasi darat.

Saat ini, penanganan difokuskan pada proses pendinginan atau cooling down di area seluas 48,7 hektare. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menjelaskan bahwa tahapan tersebut menjadi penting terutama di kawasan gambut untuk mencegah munculnya kembali titik api.

Ia pun mengingatkan masyarakat untuk tetap memperhatikan kondisi kualitas udara, terutama ketika terjadi penumpukan asap.

"Dengan kondisi tersebut, BNPB mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit pernapasan (ISPA) atau jantung, menggunakan masker berstandar medis (seperti N95) saat harus beraktivitas di luar rumah serta tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar dalam kondisi apa pun," pesannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:00 WIB

Satgas Udara Telah Jatuhkan 3,5 Juta Liter Air untuk Tangani Kebakaran Hutan Indonesia

Satgas Udara Telah Jatuhkan 3,5 Juta Liter Air untuk Tangani Kebakaran Hutan Indonesia

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 20:20 WIB

Belajar Menjaga Hutan dari Cara Masyarakat Dayak Iban Mengelola Api

Belajar Menjaga Hutan dari Cara Masyarakat Dayak Iban Mengelola Api

Lifestyle | Senin, 31 Agustus 2026 | 18:32 WIB

Terkini

Warga Indonesia Meninggal Dunia di Gunung Fuji Jepang

Warga Indonesia Meninggal Dunia di Gunung Fuji Jepang

News | Selasa, 01 September 2026 | 10:10 WIB

Daftar Right Issue IHSG Sepanjang Tahun 2026, Ada Saham Idola Ritel

Daftar Right Issue IHSG Sepanjang Tahun 2026, Ada Saham Idola Ritel

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 10:10 WIB

Warga Indonesia Meninggal Dunia di Gunung Fuji Jepang

Warga Indonesia Meninggal Dunia di Gunung Fuji Jepang

News | Selasa, 01 September 2026 | 10:08 WIB

Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Terkoreksi ke Level Rp17.711

Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Terkoreksi ke Level Rp17.711

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 10:01 WIB

Dreams of Joy: Antara Impian Seorang Gadis vs Kelamnya Tiongkok Era Mao

Dreams of Joy: Antara Impian Seorang Gadis vs Kelamnya Tiongkok Era Mao

Your Say | Selasa, 01 September 2026 | 10:00 WIB

Review The Whisper Man: Drama Kriminal Penuh Misteri dan Emosi yang Haru

Review The Whisper Man: Drama Kriminal Penuh Misteri dan Emosi yang Haru

Your Say | Selasa, 01 September 2026 | 09:58 WIB

Api Meluas di Perkebunan Makaeling, ERT Gosowong Bergerak Bantu Pemadaman

Api Meluas di Perkebunan Makaeling, ERT Gosowong Bergerak Bantu Pemadaman

Jakarta | Selasa, 01 September 2026 | 09:57 WIB

Ramalan Zodiak Pisces September 2026: Keuangan Jadi Fokus Utama, Karier dan Asmara Diuji??

Ramalan Zodiak Pisces September 2026: Keuangan Jadi Fokus Utama, Karier dan Asmara Diuji??

Lifestyle | Selasa, 01 September 2026 | 09:56 WIB

Pecco Bagnaia Merasa Berada di Titik Terendah dalam Kariernya, Putus Asa?

Pecco Bagnaia Merasa Berada di Titik Terendah dalam Kariernya, Putus Asa?

Your Say | Selasa, 01 September 2026 | 09:53 WIB

AS Pakai Minyak Venezuela untuk 'Aset Cadangan', Klaim Ancaman Iran Tak Mempan

AS Pakai Minyak Venezuela untuk 'Aset Cadangan', Klaim Ancaman Iran Tak Mempan

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 09:50 WIB

×