Serangan Beracun Terjadi di Suriah Tengah

Ririn Indriani

Minggu, 13 April 2014 | 05:45 WIB
Serangan Beracun Terjadi di Suriah Tengah
Bangunan yang rusak diserang bom di Suriah. (Antara/Reuters/Hosam Katan)

Suara.com - Serangan udara yang dilakukan oleh kubu pemerintah di provinsi Hama, Suriah bagian tengah, telah menyebabkan "gangguan pernafasan dan keracunan.

Demikian yang dilaporkan oleh Syrian Observatory for Human Rights menyatakan Sabtu (12/4/2014), waktu setempat.

Sementara itu media milik negara di negara tersebut menuduh kelompok gerilyawan melepaskan gas klorin di tempat yang sama.

Syrian Observatory for Human Rights mengatakan di provinsi Hama, penduduk kota Kafr Zita yang kesulitan bernafas akibat keracunan saat ini sedang dirawat di rumah sakit setelah sebelumnya terjadi serangan dengan sejumlah ledakan bom pada Jumat (11/4/2014).

"Pesawat-pesawat pemerintah Suriah membombardir Kafr Zita dengan bom yang menimbulkan asap, bau menyengat, dan mengakibatkan sejumlah kasus gangguan pernafasan serta keracunan," kata kepala Syrian Observatory for Human Rights, Rami Abdel Rahmad.

Sejumlah aktivis anti pemerintah di wilayah tersebut menulis di Facebook bahwa "pihak pemerintah membombardir Karf Zita dengan bahan beracun, gas klorin, yang menyebabkan lebih dari 100 kasus gangguan pernafasan." Namun televisi milik negara mengatakan bahwa kelompok al Nusra Fron adalah pihak yang melepaskan gas klorin dalam serangan mematikan di kota tersebut.

"Kami menerima informasi bahwa kelompok teroris al Nusra Front telah melepaskan gas beracun klorin yang menyebabkan dua orang tewas dan 100 orang menderita gangguan pernafasan," kata pembawa acara televisi tersebut.

"Selain itu, ada informasi bahwa al Nusra Front sedang merencanakan serangan ke kota Wadi Deif di provinsi Idlib dan kota Morek di provinsi Hama dengan klorin beracun atau sarin," kata dia.

Sejumlah video yang diunggah oleh kelompok oposisi di YouTube mengambarkan sejumlah lelaki dan anak-anak di sebuah rumah sakit sedang menderita kesulitan bernafas, sementara tiga pemuda lainnya memakai masker oksigen.

Di sebuah video, seorang yang nampak seperti dokter mengatakan "pemboman itu meninggalkan gas berwarna kuning, berbau seperti klorin serta menyebabkan lebih dari 100 orang terluka termasuk di antaranya perempuan dan anak-anak." Pada masa lalu, kelompok oposisi dan sebagaian besar negara menyalahkan Suriah atas serangan kimia pada Agustus 2013 di dekat Damaskus yang diduga menewaskan lebih dari 1.400 orang.

Pemerintah sendiri menolak tuduhan tersebut namun sepakat untuk menyerahkan cadangan senjata kimianya kepada komunitas internasional untuk dihancurkan. (Antara/AFP)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ledakan Dua Bom Kembar, 25 Orang Tewas di Suriah

Ledakan Dua Bom Kembar, 25 Orang Tewas di Suriah

News | Kamis, 10 April 2014 | 04:00 WIB

Turki Tembak Jatuh Jet Tempur Suriah

Turki Tembak Jatuh Jet Tempur Suriah

News | Senin, 24 Maret 2014 | 05:09 WIB

Terkini

Update Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Malam Ini: Bergerak ke Timur, Sumsel Bersiap Terdampak

Update Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Malam Ini: Bergerak ke Timur, Sumsel Bersiap Terdampak

News | Minggu, 06 September 2026 | 23:45 WIB

Darurat Abu Vulkanik, Bupati Bogor Instruksikan Sekolah Daring dan Penyemprotan Masif

Darurat Abu Vulkanik, Bupati Bogor Instruksikan Sekolah Daring dan Penyemprotan Masif

Bogor | Minggu, 06 September 2026 | 23:30 WIB

Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada

Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada

News | Minggu, 06 September 2026 | 23:11 WIB

Terus Bertambah, 36 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Batal Akibat Abu Anak Krakatau

Terus Bertambah, 36 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Batal Akibat Abu Anak Krakatau

Sumsel | Minggu, 06 September 2026 | 23:01 WIB

Sambut Kunjungan Komisi XII DPR RI, Pertamina Tegaskan Kesiapan Kilang Plaju Kawal Mandatori B50

Sambut Kunjungan Komisi XII DPR RI, Pertamina Tegaskan Kesiapan Kilang Plaju Kawal Mandatori B50

Sumsel | Minggu, 06 September 2026 | 22:36 WIB

Bogor Diselimuti Abu Vulkanik, 11 Sektor Damkar Lakukan Penyemprotan Light Water Spray Masif

Bogor Diselimuti Abu Vulkanik, 11 Sektor Damkar Lakukan Penyemprotan Light Water Spray Masif

Bogor | Minggu, 06 September 2026 | 22:29 WIB

BRI: Teknologi Digital Harus Bantu Generasi Muda Kelola Keuangan

BRI: Teknologi Digital Harus Bantu Generasi Muda Kelola Keuangan

Surakarta | Minggu, 06 September 2026 | 22:27 WIB

BRI Dorong Generasi Muda Kelola Penghasilan untuk Bangun Aset Masa Depan

BRI Dorong Generasi Muda Kelola Penghasilan untuk Bangun Aset Masa Depan

Malang | Minggu, 06 September 2026 | 22:24 WIB

BRI Dorong Financial Growth Mindset Bagi Masa Depan Generasi Muda

BRI Dorong Financial Growth Mindset Bagi Masa Depan Generasi Muda

Kaltim | Minggu, 06 September 2026 | 22:21 WIB

BRI: Semakin Awal Menabung dan Investasi, Semakin Panjang Waktu Bangun Aset

BRI: Semakin Awal Menabung dan Investasi, Semakin Panjang Waktu Bangun Aset

Kalbar | Minggu, 06 September 2026 | 22:18 WIB

×