Opsi Koalisi Tambah dalam Rapimnas PPP, Duet ARB-Lukman Hakim

Siswanto

Sabtu, 10 Mei 2014 | 16:50 WIB
Opsi Koalisi Tambah dalam Rapimnas PPP, Duet ARB-Lukman Hakim
Wakil Ketua Umum PPP Emron Pangkapi dan Sekjen PPP Romahurmuziy di Rapimnas PPP (suara.com/Adrian Mahakam)

Suara.com - Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa mengemukakan dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) yang digelar partai berlambang kabah guna menentukan arah koalisi juga muncul dua opsi tambahan, selain Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto.

"Ada opsi lain yang muncul selain Jokowi dan Prabowo, juga ada tambahan Golkar (Aburizal Bakrie) dan koalisi dengan Demokrat yang tampaknya akan membangun poros baru," katanya sebelum pembukaan Rapimnas PPP di Jakarta, Sabtu (10/5/2014).

Rapimnas PPP kali ini memiliki agenda untuk menentukan arah koalisi partai berlambang kabah. Rapimnas PPP diikuti oleh Pengurus Harian DPP dan Ketua Pengurus Harian DPW.

Selain itu, mengikuti putusan Mukernas II PPP di Bandung, Rapimnas II dihadiri oleh Ketua Majelis Pertimbangan Zarkasih Nur, Ketua Majelis Pakar Barlianta Harahap, dan Ketua Majelis Syariah KH Maimun Zubair yang diwakili KH Nur Muhamad Iskandar selaku ketua harian Majelis Syariah.

Suharso mengatakan saat ini semua opsi terbuka, meskipun sebelumnya mengerucut pada dua nama, Jokowi dan Prabowo.

Dalam perkembangannya muncul opsi koalisi dengan Golkar yang mengangkat ARB dan cawapres Lukman Hakim Saifuddin, Wakil Ketua PPP.

Suharso mengatakan opsi ARB-Lukman Hakim sebelumnya juga telah dilakukan sejumlah pertemuan dengan Partai Golkar. Di antaranya Wakil Ketua Umum Emron Pangkappi yang menemui ARB di rumahnya.

"Sejumlah pertemuan itu terus menjadikan opsi tersebut muncul," katanya.

Menurut dia semua opsi tersebut kemungkinan akan dibahas di Rapimnas dan diharapkan dapat memperoleh keputusan dalam berkoalisi.

Sekjen PPP M Romahurmuziy mengatakan Rapimnas II membahas dan memutuskan arah koalisi PPP sebagaimana penugasan komunikasinya telah diberikan kepada Majelis Musyawarah Partai (MMP) dan sejauh ini pilihannya mengerucut kepada dua opsi, yaitu Jokowi dan Prabowo.

"Di samping itu, per kemarin sore terdapat kemungkinan baru, yaitu koalisi PG-PPP yang berjumlah 91+39 = 130 kursi dengan pasangan yang diinisiasikan Golkar adalah ARB-Lukman," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

DPP PPP Siap Sediakan Pengacara untuk Dampingi Rachmat Yasin

DPP PPP Siap Sediakan Pengacara untuk Dampingi Rachmat Yasin

News | Kamis, 08 Mei 2014 | 13:05 WIB

Rachmat Yasin Diusulkan Diberhentikan dari Jabatan DPW PPP

Rachmat Yasin Diusulkan Diberhentikan dari Jabatan DPW PPP

News | Kamis, 08 Mei 2014 | 11:55 WIB

 PPP Prihatin atas Penangkapan Bupati Bogor

PPP Prihatin atas Penangkapan Bupati Bogor

News | Kamis, 08 Mei 2014 | 09:10 WIB

Pernyataan Suryadharma Ali Jelang Rapimnas PPP

Pernyataan Suryadharma Ali Jelang Rapimnas PPP

News | Sabtu, 03 Mei 2014 | 02:23 WIB

Terkini

Kondisi Selat Hormuz Terkini Setelah AS - Iran Damai

Kondisi Selat Hormuz Terkini Setelah AS - Iran Damai

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:18 WIB

Jangan Salahkan Rakyat! Ekonom Sebut Tata Kelola Pemerintah Jadi Biang Kerok Daya Beli Lesu

Jangan Salahkan Rakyat! Ekonom Sebut Tata Kelola Pemerintah Jadi Biang Kerok Daya Beli Lesu

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:13 WIB

PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang Pemerintah: Bukan Abu-abu, Tapi Teman yang Jujur

PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang Pemerintah: Bukan Abu-abu, Tapi Teman yang Jujur

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:07 WIB

Kabel Menjuntai Renggut Nyawa Siswi SMAN 6 Jakarta, Pramono Turun Tangan

Kabel Menjuntai Renggut Nyawa Siswi SMAN 6 Jakarta, Pramono Turun Tangan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:06 WIB

Ketua DPR Iran ke AS: Jangan Minta Hal Berlebihan, Kami Tak Ragu Menghancurkan

Ketua DPR Iran ke AS: Jangan Minta Hal Berlebihan, Kami Tak Ragu Menghancurkan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:56 WIB

Giliran Kelompok Tani Geruduk Patung Kuda, Suarakan Pengaruh MBG Hingga Reforma Agraria

Giliran Kelompok Tani Geruduk Patung Kuda, Suarakan Pengaruh MBG Hingga Reforma Agraria

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:42 WIB

Alasan KPK Belum Periksa Anggota Pansus Haji Diduga Terima 1 Juta Dolar AS

Alasan KPK Belum Periksa Anggota Pansus Haji Diduga Terima 1 Juta Dolar AS

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:33 WIB

Pagar Masih dari Bambu, Gibran Janjikan Revitalisasi Sekolah untuk Wilayah 3T

Pagar Masih dari Bambu, Gibran Janjikan Revitalisasi Sekolah untuk Wilayah 3T

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:22 WIB

Jakarta Ramai Unjuk Rasa, Pramono Ingatkan Massa Peserta Aksi: Jangan Sentuh Fasilitas Umum

Jakarta Ramai Unjuk Rasa, Pramono Ingatkan Massa Peserta Aksi: Jangan Sentuh Fasilitas Umum

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:15 WIB

Ekonom Celios Pertanyakan Anggaran MBG Rp268 Triliun: Kalau Fokus ke 3T, Cukup Rp67 Triliun

Ekonom Celios Pertanyakan Anggaran MBG Rp268 Triliun: Kalau Fokus ke 3T, Cukup Rp67 Triliun

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:07 WIB