Dukungan Parpol Terbelah, Partai Demokrat Jadi “Jomblo”

Laban Laisila

Selasa, 20 Mei 2014 | 01:16 WIB
Dukungan Parpol Terbelah, Partai Demokrat Jadi “Jomblo”
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. (suara.com/Adrian Mahakam)

Suara.com - Partai Demokrat kini ditinggalkan sendirian di tengah riuhnya dukungan koalisi partai politik yang terbelah ke dua blok pasangan Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta.

Hari ini, Senin (19/5/2014), peta dukungan partai politik sudah lebih jelas menyusul deklarasi dua duet capres cawapres, ketimbang beberapa hari kemarin dimana sejumlah partai masih saling melirik.

Jokowi-JK diusung oleh empat partai yakni PDI Perjuangan, Nasdem, PKB dan Hanura. Sementara pasangan Prabowo-Hatta didukung oleh enam partai yakni Gerindra, PKS, PPP, PAN, PBB dan partai terakhir yang bergabung adalah Golkar.

Partai Demokrat sebetulnya dalam beberapa kesempatan melalui pernyataan Ketua Umumnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan sinyal siap membuka komunikasi politik dan bersedia bertemu dengan Ketum PDI Perjuangan Megawati. Tapi sayangnya sinyal SBY tidak ditanggapi baik oleh Megawati.

Sedangkan mengenai sikap SBY yang tidak berkenan terhadap janji kebijakan Prabowo, sempat diungkapkan di situs Youtube.com dengan mengatakan tidak berkenan pada jargon politik calon presiden yang ingin kembali mempraktekkan UUD 1945 sebelum diamandemen, serta menasionalisasi perusahaan asing.
Jadilah Demokrat sekarang masih ‘menjomblo’ karena tidak berhasil mendekati PDI Perjuangan, di sisi lain tidak sejalan dengan Gerindra.

Namun kemarin dalam pidato Ketum Demokrat dalam pernyataan pers di Rapimnas Partai Demokrat yang berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (18/5/2014), SBY telah memberikan sinyal siap menerima kondisi tersebut.

SBY membacakan sembilan poin hasil rapimnas. Di antaranya, lebih mulia dan terhormat bagi Partai Demokrat untuk bersikap mandiri dan tidak perlu meminta-minta kekuasaan dari pihak manapun.

“Dalam konteks ini, Demokrat ingin jadi kekuatan penyeimbang dan pengontrol yang baik,” tegas SBY.

Inilah yang tampaknya menjadi pilihan terakhir partai berlambang mersi itu selama lima tahun ke depan.

Belakangan Prabowo rupanya tidak menyerah begitu saja memberikan sinyal rayuan sebagai manuver politik.

Dia dua kali sengaja melontarkan pujian buat Pemerintahan SBY. Sekali saat menemani pengunduran diri Hatta di Istana Negara dan kedua saat deklarasi di Rumah Polonia, Jakarta Timur.

“Kita menyadari masih banyak kesenjangan di negara kita, tapi kita juga harus mengakui banyak yang dicapai pemerintahan sekarang,” puji Prabowo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×