3 Perbedaan Pendukung Jokowi dan Prabowo di Media Sosial

Liberty Jemadu | Suara.com

Selasa, 20 Mei 2014 | 10:56 WIB
3 Perbedaan Pendukung Jokowi dan Prabowo di Media Sosial
Deklarasi dukungan terhadap Prabowo Subianto dan Hatta Radjasa sebagai pasangan Capres Cawapres untuk Pemilu Presiden 2014 di Rumah Polonia Jalan Cipinang Cempedak Jakarta, Senin (19/5). [suara.com/Adrian Mahakam]

Suara.com - Persaingan antara Prabowo Subianto dan Joko Widodo - dua calon presiden yang akan melaju di pemilihan umum 9 Juli mendatang - kian sengit dan bahkan sangat panas jika memantau percakapan dan komunikasi para pendukung di dunia maya.

Kedua kandidat, yang meresmikan pencalonannya pada Senin (19/5/2014), memang aktif berkomunikasi di dunia maya dan sadar kehadiran mereka di media baru itu akan memengaruhi keputusan para pemilih pemula.

Seperti dilansir Politicawave, lembaga pemantau percakapan pengguna internet Indonesia, pertarungan pendukung kedua kandidat di berbagai media sosial sudah memanas bahkan sebelum pencalonan mereka diumumkan.

Politicawave mencatat tiga perbedaan mendasar dalam pola komunikasi kedua kandidat maupun pendukungnya di dunia maya, yang kemudian bisa berpengaruh terhadap popularitas keduanya di hadapan pemilih muda. Berikut adalah tiga perbedaan tersebut:

1. Terpusat vs sukarelawan

Kampanye media sosial Prabowo terpusat pada akun-akun media sosial, terutama Twitter, yang terafiliasi langsung dengan Gerindra, partai pendukung utama bekas jenderal itu. Beberapa akun pendukung Prabowo antara lain @Gerindra, @FansGerindra, @GarudaPrabowo, @Fadlizon, dan @Info_Prabowo.

Adapun akun-akun pendukung Jokowi lebih terpencar dan bertumpu pada sukarelawan. Beberapa akun pendukung Jokowi adalah @Jokowi4Me, @PDI_Perjuangan, @InfoJKW4P, @Jokowi_Ina, @Bara_Jokowi, @Relawan_Jokowi, @Jasmev2014, @IwanPiliang, dan @KartikaDjoemadi.

2. Seragam vs spontan

Sebaran akun yang bertolak belakang berpengaruh pada pola komunikasi di dunia maya. Pendukung Prabowo di media sosial lebih seragam dalam berkomunikasi. Mereka kompak mengeluarkan jawaban mirip saat junjungan mereka diterpa isu miring maupun saat menjabarkan visi dan misi jika berhasil terpilih sebagai presiden. Mereka juga cenderung tidak emosional saat menghadapi kampanye negatif dari lawan.

Sebaliknya pendukung Jokowi, karena bertumpu pada relawan yang tanpa komando, punya banyak variasi dalam menjelaskan kandidat yang mereka dukung. Alhasil informasi yang diberikan simpang siur dan sering bertolak belakang. Mereka lebih spontan ketika berkomunikasi dan menjawab berbagai kritik terhadap Gubernur Jakarta itu. Alhasil lebih banyak emosi terlihat dalam pola komunikasi mereka.

3. Jangkauan

Pola komunikasi ternyata kemudian berimbas pada jumlah netizen yang bisa dijangkau dalam kampanye di media sosial. Para pendukung Prabowo yang terpusat, di satu sisi, tidak bisa meraih lebih banyak audiens di banding lawannya. Karena simpul-simpul komunikasi mereka hanya berkutat di lingkaran yang sama.

Sementara pendukung Jokowi, yang tidak terikat pada pusat komando tertentu, bisa menjangkau khalayak yang lebih luas dan bahkan mencapai komunitas-komunitas yang lebih beragam.

Dalam analisis yang dilakukan Politicawave dari 5 sampai 11 April kemarin, ada sekitar 220.669 percakapan tentang Jokowi di Twitter, Facebook, YouTube, Forum online, dan Blog. Sementara Prabowo hanya dibicarakan sebanyak 26.890 kali. Ada 43.203 netizen yang membicarakan Jokowi sementara yang mempercakapkan Prabowo hanya 10.028 akun.

Percakapan tentang Jokowi berpotensi menjangkau 103.320.035 netizen, sementara percakapan tentang Prabowo berpotensi menjangkau 39.766.714 netizen. Net Sentimen (perbandingan antara sentimen positif dan negatif) Jokowi 34.451, sementara Prabowo 4.475.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Non Aktif Jadi Gubernur 1 Juni

Jokowi Non Aktif Jadi Gubernur 1 Juni

News | Selasa, 20 Mei 2014 | 10:50 WIB

Prabowo Rayu SBY di Cikeas, Demokrat Tetap Netral

Prabowo Rayu SBY di Cikeas, Demokrat Tetap Netral

News | Selasa, 20 Mei 2014 | 07:34 WIB

JK Cawapres Jokowi, ARB: Golkar Tetap Solid

JK Cawapres Jokowi, ARB: Golkar Tetap Solid

News | Senin, 19 Mei 2014 | 19:53 WIB

Ini Alasan Jokowi Pilih JK Sebagai Cawapres

Ini Alasan Jokowi Pilih JK Sebagai Cawapres

News | Senin, 19 Mei 2014 | 16:26 WIB

Meski Hujan, Pendukung Jokowi Berjoget di Halaman Kantor KPU

Meski Hujan, Pendukung Jokowi Berjoget di Halaman Kantor KPU

News | Senin, 19 Mei 2014 | 15:16 WIB

Terkini

Donald Trump Kerahkan Militer AS Kawal Kapal Sipil di Selat Hormuz Mulai Senin Pagi Ini

Donald Trump Kerahkan Militer AS Kawal Kapal Sipil di Selat Hormuz Mulai Senin Pagi Ini

News | Senin, 04 Mei 2026 | 10:41 WIB

Abaikan Korban 72 Ribu Jiwa, Militer Israel Berencana Kembali Invasi Jalur Gaza

Abaikan Korban 72 Ribu Jiwa, Militer Israel Berencana Kembali Invasi Jalur Gaza

News | Senin, 04 Mei 2026 | 10:28 WIB

Mukjizat di Perkebunan Rambunan: 5 Hari Hilang di Hutan, Nenek 79 Tahun Ditemukan Selamat!

Mukjizat di Perkebunan Rambunan: 5 Hari Hilang di Hutan, Nenek 79 Tahun Ditemukan Selamat!

News | Senin, 04 Mei 2026 | 10:16 WIB

Iran Klaim AS Respons Proposal Perdamaian 14 Poin via Pakistan

Iran Klaim AS Respons Proposal Perdamaian 14 Poin via Pakistan

News | Senin, 04 Mei 2026 | 10:12 WIB

Gunung Mayon Meletus, Ribuan Warga Filipina Dievakuasi dan 52 Desa Terdampak Abu

Gunung Mayon Meletus, Ribuan Warga Filipina Dievakuasi dan 52 Desa Terdampak Abu

News | Senin, 04 Mei 2026 | 09:56 WIB

Banjir Rob Intai Pesisir Jakarta hingga 8 Mei, BPBD Minta Warga Siaga Tengah Malam

Banjir Rob Intai Pesisir Jakarta hingga 8 Mei, BPBD Minta Warga Siaga Tengah Malam

News | Senin, 04 Mei 2026 | 09:55 WIB

Usut Tragedi KRL Bekasi: Polisi Periksa Bos Taksi Green SM hingga Ditjen Perkeretaapian Hari Ini

Usut Tragedi KRL Bekasi: Polisi Periksa Bos Taksi Green SM hingga Ditjen Perkeretaapian Hari Ini

News | Senin, 04 Mei 2026 | 09:17 WIB

Mahasiswa Kepung Jakarta Hari Ini: 3.225 Polisi Siaga di Titik Demo DPR, Kemendikti, hingga Gambir

Mahasiswa Kepung Jakarta Hari Ini: 3.225 Polisi Siaga di Titik Demo DPR, Kemendikti, hingga Gambir

News | Senin, 04 Mei 2026 | 08:54 WIB

Anggaran Pendidikan Tembus Rp19,75 Triliun, DPRD: Tak Boleh Ada Lagi Anak Putus Sekolah di Jakarta!

Anggaran Pendidikan Tembus Rp19,75 Triliun, DPRD: Tak Boleh Ada Lagi Anak Putus Sekolah di Jakarta!

News | Senin, 04 Mei 2026 | 08:32 WIB

Remaja 17 Tahun di Cipondoh Dicekoki Miras Lalu Diperkosa, Pelaku Utama Masih Buron!

Remaja 17 Tahun di Cipondoh Dicekoki Miras Lalu Diperkosa, Pelaku Utama Masih Buron!

News | Senin, 04 Mei 2026 | 08:14 WIB