Ruhut Sitompul: Demokrat Netral karena Berduka

Siswanto

Rabu, 21 Mei 2014 | 20:53 WIB
Ruhut Sitompul: Demokrat Netral karena Berduka
Politisi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul. [suara.com/Bowo Raharjo]

Suara.com - Juru bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengatakan Partai Demokrat memilih bersikap netral dalam Pemilu presiden 2014 karena sedang berduka.

"Hasil Rapimnas (rapat pimpinan nasional) Partai Demokrat memutuskan, Partai Demokrat tidak bergabung dengan salah satu dari dua koalisi partai pendukung pasangan capres-cawapres," kata Ruhut Sitompul pada diskusi "Kompetisi Capres-Cawapres pada Pemilu Presiden 2014" di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu (21/5/2014).

Pembicara lainnya pada diskusi tersebut adalah anggota DPD RI Abraham Liyanto, anggota Dewan Pertimbangan Partai Gerindra Martin Hutabarat, dan pengamat politik dari Universitas Indonesia Panji Anugrah Permana.

Menurut Ruhut Sitompul, pada Pemilu Legislatif 2014, Partai Demokrat hanya memperoleh suara 10,19 persen, yang menurun jauh jika dibandingkan perolehan suara pada Pemilu Legislatif 2009, yakni 20,61 persen.

"Kami saat ini sedang berduka karena perolehan suara Partai Demokrat menurun jauh," katanya.

Menurut dia, penurunan suara Partai Demokrat karena sejumlah kadernya tersangkut kasus korupsi dan diproses hukum oleh KPK sehingga menimbulkan persepsi negatif di masyarakat.

Hal itu juga yang membuat konvensi calon presiden dari Partai Demokrat kurang menarik perhatian masyarakat.

Partai Demokrat, kata dia, menyadari faktor penyebab penurunan suara tersebut dan berusaha keras membenahi internal partai untuk segera bangkit kembali.

"Kalau partai lain butuh waktu 10 tahun untuk bangkit, semoga Partai Demokrat hanya sebentar saja, satu atau dua tahun untuk bangkit kembali," katanya.

Ketua DPP Partai Demokrat itu menjelaskan menyikapi pemilu presiden 2014, Ketua umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono tidak mau langsung membuat keputusan politik, tapi memantau masukan dari para pengurus daerah melalui forum rapimnas.

Masukan itupun, kata dia, dilakukan secara demokratis yakni melalui kuisioner yang diisi oleh para pengurus daerah bagaimana sebaiknya Partai Demokrat bersikap.

"Dari hasil kuisioner tersebut, ada sebanyak 56 persen pengurus daerah menginginkan Partai Demokrat bersikap netral yakni tidak bergabung dengan salah satu dari dua koalisi parpol yang adam," katanya.

Ia menegaskan sikap netral dan tidak bergabung itu bukan berarti Partai Demokrat menjadi oposisi tapi sebagai penyeimbang.

Partai Demokrat, kata dia, siap mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintahan dari presiden terpilih dan siap bangkit lagi pada pemilu 2019. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Partai Demokrat Pilih Tak Berkoalisi

Partai Demokrat Pilih Tak Berkoalisi

News | Selasa, 20 Mei 2014 | 16:33 WIB

Majelis Tinggi Bisa Ubah Hasil Rapimnas Partai Demokrat

Majelis Tinggi Bisa Ubah Hasil Rapimnas Partai Demokrat

News | Senin, 19 Mei 2014 | 08:46 WIB

Demokrat Tentukan Sikap Politiknya Tanggal 20 Mei

Demokrat Tentukan Sikap Politiknya Tanggal 20 Mei

News | Minggu, 18 Mei 2014 | 22:46 WIB

Terkini

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:20 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:14 WIB

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:58 WIB

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:56 WIB

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:32 WIB

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:27 WIB

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:19 WIB

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:13 WIB

×